Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali memprioritaskan penataan kawasan Kota Singaraja sebagai salah satu program unggulan pembangunan di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut.
"Salah satu program prioritas kami kan penataan kawasan Kota Singaraja. Ini baru awal saja ini," ujar Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat ditemui usai meninjau Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya di ruas Jalan Udayana, Singaraja, Bali, Rabu.
Ia mengungkapkan penataan akan meluas mencakup ruas-ruas jalan penting di kota tersebut. Adapun upaya pembenahan yang sedang berjalan saat ini masih merupakan tahap awal dari rencana jangka panjang. Rencananya, penataan akan berlanjut dari kawasan Sukasada hingga ke Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.
"Nanti akan ada yang tertata lebih baik lagi dari Sukasada itu sampai di Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Sepanjang Jalan Protokol memang kita akan tata supaya lebih indah, lebih nyaman, dan aman di malam hari," kata Sutjidra.
Penekanan pada keamanan, terutama di malam hari, menjadi salah satu aspek krusial dalam desain penataan ini.
Sutjidra juga menyebutkan aspek estetika turut dipertimbangkan dalam perencanaan, termasuk mempertimbangkan aspek keamanan dan kelestarian lingkungan.
"Selain estetika kita juga memperhitungkan masalah keamanan dan lain-lain. Seperti tanaman, dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga sudah turun untuk bagaimana ke depan pohon-pohon ini tetap dilestarikan tapi tanpa mengurangi efek penataan taman," katanya.
Untuk ruas jalan selanjutnya yang akan ditata, kata Sutjidra, masih akan dievaluasi berdasarkan kebutuhan.
"Ruas jalan selanjutnya ya kita tunggu saja ya. Nanti kita lihat yang di mana yang memang perlu ditata. Nanti hampir semua sudut kota ya," ujarnya.
Pihaknya menegaskan proyek percontohan yang sedang berjalan ini diharapkan menjadi model untuk penataan di wilayah lain, sejalan dengan program penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, hingga Kawasan Pelabuhan Tua Buleleng.
Mengenai pohon pelindung (peneduh) yang ada, Sutjidra menjelaskan pohon-pohon tersebut tidak akan ditata ulang, melainkan dipangkas dengan teknik khusus.
Ia menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiapkan rencana ini.
Tujuan pemangkasan tersebut, selain untuk merangsang pembungaan, juga untuk memperbaiki estetika kota.
"Karena nanti pohon-pohon yang di Kota Singaraja ini semua untuk ditata kemudian secara estetika juga bagus," pungkas Sutjidra.
Editor : Widodo Suyamto Jusuf
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2025