Anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika berpandangan dengan masuknya internet hingga ke pelosok-pelosok desa di Provinsi Bali, selain dapat menambah wawasan masyarakat, sekaligus mempercepat pengembangan ekonomi.

"DPD juga akan mendukung dan membantu menghubungkan dengan industri keuangan sehingga teknologi ini cepat berkembang dan memberi manfaat bagi warga desa," kata Pastika saat mengunjungi JINOM (Jaringan Internet Nasional Oleh Masyarakat) di Denpasar, Kamis.

Pastika mengunjungi JINOM yang berlokasi di Jalan WR Supratman No 311 Denpasar, Bali, ini untuk melakukan penyerapan aspirasi dalam rangkaian kegiatan resesnya.

JINOM sebagai perusahaan penyedia layanan internet telah beroperasi sejak tujuh tahun silam, perusahaan yang digawangi para anak muda ini telah memiliki ratusan pelanggan yang merupakan reseller (pengecer) tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Jika sebelumnya yang menjadi pelanggan JINOM itu merupakan perorangan dan badan usaha, sedang dijajaki kerja sama dengan badan usaha milik desa (BUMDes) sebagai reseller (pengecer). Dengan demikian dapat memberikan pendapatan bagi BUMDes, sekaligus memudahkan warga desa mengakses internet.

"Saya apresiasi teknologi internet yang dikembangkan JINOM ini untuk kemajuan warga desa. Selain itu dapat mengoptimalkan dan lebih mengembangkan potensi desa yang mereka miliki melalui jaringan internet," ucap mantan Gubernur Bali dua periode ini yang tak maju lagi sebagai anggota DPD.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung saat menjabat Gubernur Bali juga telah menggelontorkan bantuan dana program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbangsadu) Mandara sebesar Rp1 miliar untuk mengembangkan potensi setiap desa miskin melalui BUMDes.

Terkait akses permodalan, Pastika juga berjanji akan menghubungkan dengan industri keuangan maupun lembaga penjaminan daerah jika terbentur dengan agunan.

Sementara Direktur PT Jinom Network Indonesia Dedy Eska Partama didampingi rekannya Indra Adhi Suputra mengatakan sasaran JINOM saat ini untuk menjual internet di desa-desa, ke pelosok-pelosok untuk dijual kembali internetnya.

"Kami melihat potensi desa di Bali sangat besar untuk membangun infrastruktur. Jadi desa bisa menyalurkan internet secara profesional. Dengan BUMDes selaku reseller, maka bisa memberikan tambahan pendapatan," ucapnya

Umumnya BUMDes membuat koperasi atau toko, tetapi pihaknya memberikan opsi menjual internet untuk menambah pendapatan.

Internet ini memberi kelebihan seperti ketika ada gangguan internet lebih cepat teratasi karena yang mengatasi adalah warga desa itu juga. "Warga desa sebelumnya juga akan dilatih untuk menangani gangguan," kata Dedy.


 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2024