Pemerintah Kota Denpasar di Provinsi Bali membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk mengoptimalkan upaya penanganan sampah di wilayahnya.

Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan bahwa sinergi lintas sektor dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah sampah dan membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga.

"Pengelolaan sampah merupakan persoalan kompleks. Bila ada sumbangan pemikiran yang bagus akan kami maksimalkan demi terciptanya tata kelola sampah yang sistematis dan baik," kata di Denpasar, Jumat, saat menerima kunjungan Pemimpin Konsultan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM) Bali Gede Suarja bersama tim.

"Dengan tata kelola sampah yang baik, permasalahan sampah dapat kita selesaikan dari hulu ke hilir," katanya.

Ia mengapresiasi dukungan Konsultan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat (PPAM) dalam upaya penanganan sampah di Kota Denpasar.

Baca juga: Gubernur Bali masih beri kesempatan pengelola TPST Kertalangu bekerja optimal

Gede Suarja menyampaikan bahwa peran masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah sampah mesti ditingkatkan.

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan edukasi dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pengelolaan sampah.

"Di sini kita juga mengajak masyarakat untuk memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah sehingga nantinya yang terbuang hanyalah residu saja," katanya.

Gede Suarja mengatakan bahwa timnya telah menghimpun data wilayah kelurahan di Kota Denpasar yang sudah melakukan pemilahan sampah dari sumber.

Baca juga: Sampah plastik di RSU Negara dapat diolah jadi kaki palsu

"Kami fokuskan membantu bila ada wilayah yang belum melakukannya. Tentu kami mohon dukungan agar program ini berjalan lancar dan memberikan kemanfaatan optimal dalam penanganan sampah di Kota Denpasar," katanya.

Menurut dia, program edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber rencananya dilaksanakan dari 2024 sampai 2025.

Targetnya, pada akhir 2025 warga di seluruh wilayah Kota Denpasar telah mendapat edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber dan harapan minimal 20 persen dari warga mulai memilah dan mengolah sampah rumah tangga.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2024