Denpasar (Antara Bali) - Neka Art Museum, museum swasta pertama di Indonesia yang berlokasi di perkampungan seniman Ubud, Kabupaten Gianyar, menggelar ritual khusus terhadap 272 koleksi keris, bertepatan dengan Hari Tumpek Landep, Sabtu.

"Tujuh dari 272 bilah keris itu, ritualnya dilakukan di Merajan (tempat suci keluarga), yang bertepatan dengan upacara piodalan, dan 265 keris lainnya upacaranya di museum seperti upacara sehari-hari," kata pendiri sekaligus pengelola museum ini, Pande Wayan Suteja Neka di Ubud, Selasa.

Ia mengatakan tumpek Landep persembahan suci yang khusus ditujukan untuk semua jenis benda yang terbuat dari bahan besi maupun benda tajam seperti keris dan senjata pusaka diperingati setiap 210 hari sekali.

"Peringatan Tumpek Landep di museum kali ini sederhana, karena perayaan skala besar akan dilakukan pada Tumpek Landep yang akan datang," ujar Pande Suteja Neka. (*/M038/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2013