Pemerintah Kabupaten Badung, Bali meminta seluruh masyarakat di wilayahnya untuk terus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kami semua dapat mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus," ujar Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Mangupura, Kamis.

Ia mengatakan Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi Negara dan Pandangan Hidup Bangsa yang digali oleh pendiri bangsa Ir. Soekarno merupakan suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk Bangsa Indonesia.

Menurut Bupati Giri Prasta, eksistensi ke-Indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga saat ini berkat Pancasila. Pancasila juga mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depannya.

Baca juga: Bupati Klungkung: Penguatan profil Pancasila kuatkan karakter anak

Ia menjelaskan Pancasila juga merupakan rumah bersama yang nilai-nilai luhurnya harus diimplementasikan sebagai pondasi hidup dan berkehidupan masyarakat Indonesia, nilai-nilai luhur Pancasila juga sangat relevan dengan kehidupan dunia.

Hal itu dibuktikan saat Indonesia bisa mempersatukan seluruh negara di dunia dalam kegiatan presidensi KTT G20 di Bali yang diselenggarakan tahun lalu dengan semangat Pancasila.

"Dengan semangat asas Pancasila, Presiden Joko Widodo mampu mempersatukan dan menurunkan tensi ketegangan konflik peperangan yang ada di negara luar dengan mengajak duduk bersama dalam event presidensi KTT G20,” kata dia.

Bupati Giri Prasta menambahkan peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh panitia kecil tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945.

Baca juga: Presiden: Bangun karakter kebangsaan moderat dan Pancasila kepada anak didik

Tiga peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, dengan demikian, diharapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi.

"Hari boleh berganti namun perjuangan tidak boleh berhenti, dengan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik," pungkas dia.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023