Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merancang pasar murah dan operasi pasar untuk stabilisasi setelah terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di antaranya cabai rawit merah dan telur ayam ras.

“Apabila ada komoditas mengalami kenaikan (harga) cukup tinggi, kami berupaya melakukan pasar murah dan operasi pasar,” kata Ketua Tim Pengendalian Harga Barang Pokok dan Barang Penting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali Sri Udayani di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, indikator dilakukan operasi pasar atau pasar murah, apabila komoditas tertentu mengalami kenaikan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Misalnya, lanjut dia, apabila ada kenaikan harga beras, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog Divisi Regional Bali untuk melakukan operasi pasar.

Baca juga: Pemda Bali kendalikan fluktuasi harga cabai melalui pasar murah

Meski begitu, pihaknya belum memberikan detail rencana upaya stabilisasi harga komoditas itu.

Pasar murah terakhir kali diadakan  menjelang Lebaran 2023 di sejumlah titik di Bali.

Sementara itu, terkait kenaikan beberapa komoditas pangan di Bali di antaranya telur ayam ras, pemerintah telah mengatur harga acuannya, melalui Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 5 tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras.

Harga acuan penjualan di tingkat konsumen telur ayam ras di Indonesia mencapai Rp27.000 per kilogram. Sedangkan harga acuan penjualan di tingkat konsumen untuk daging ayam ras mencapai Rp36.750 per kilogram.

Pada pasal 3 regulasi itu disebutkan apabila harga di tingkat konsumen berada di atas harga acuan penjualan di tingkat konsumen, Bapanas dapat menugaskan Perum Bulog untuk melakukan penjualan sesuai harga acuan penjualan di tingkat konsumen.

Baca juga: Disperindag Gianyar buat pasar murah di Ubud

Bapas juga dapat menugaskan BUMN di bidang pangan untuk melakukan penjualan sesuai harga acuan penjualan di tingkat konsumen setelah mendapatkan persetujuan menteri yang melaksanakan urusan pemerintah di bidang BUMN.

Penugasan tersebut diberikan berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi Badan Pangan Nasional.
 

Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gianyar, Bali menembus Rp58 ribu per kerat dengan isi 30 butir atau setara 1,5-2 kilogram menyesuaikan ukuran telur.

Harga eceran untuk per butir telur ayam ras mencapai Rp2.000.

Penjualan telur ayam ras di Bali memiliki keunikan tersendiri karena tidak menjual dalam bentuk kilogram namun per kerat yakni wadah berbentuk segi empat yang menampung 30 butir telur.

“Harga pakan ayam petelur mahal, makanya harga telur ikut naik,” kata pedagang kebutuhan pokok Kadek Sri Dewi di Pasar Bendul Batubulan di Gianyar, Bali.

Ia mencatat harga telur ayam ras sebelum Lebaran pada April 2023 mencapai kisaran Rp45 ribu-Rp48 ribu per kerat.
 

Sementara itu, berdasarkan Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (Sigapura) Bali harga telur ayam ras rata-rata di pasar seluruh Bali mencapai Rp29.523 per kilogram pada Senin (22/5).

Selain harga telur ayam ras, dalam satu minggu terakhir sejumlah komoditas juga mengalami kenaikan yakni cabai rawit merah naik Rp9.047 atau 24,41 persen mencapai Rp37.062 per Senin (22/5) dibandingkan harga pada 16 Mei 2023 mencapai Rp28.015 per kilogram.

Selain itu, daging ayam ras juga naik mencapai Rp41.533 atau melonjak Rp2.096 per kilogram dibandingkan pada 16 Mei 2023 mencapai Rp39.437 per kilogram.

 


 

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2023