Kepolisian Daerah Bali akan menjaga ketat sejumlah gereja yang digunakan oleh umat Kristiani dalam merayakan hari raya Natal 2022 untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan aksi terorisme.
 
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Inspektur Jenderal Polisi Putu Jayan Danu Putra usai memimpin gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2022 di Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Bali, Kamis mengatakan pihaknya akan menerjunkan sejumlah personel untuk berjaga di sekitar rumah ibadah umat Kristiani dan telah berkomunikasi dengan instansi lainnya seperti Badan Intelijen Negara dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror untuk mewaspadai adanya serangan terorisme.
 
"Terhadap ancaman yang lebih serius yakni terorisme, kami sudah bekerjasama dengan Densus 88 Anti Teror dan juga yang ada di sini adalah Satgas Densus wilayah Bali bekerja dengan optimal dengan dukungan informasi dari BIN dan unsur intelijen lainnya," kata dia.
 
Meskipun belum menemukan adanya informasi terkait adanya serangan teror, Putu Jayan tetap waspada untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dengan menciptakan situasi yang kondusif agar perayaan Natal yang jatuh pada setiap tanggal 25 November dirayakan secara bebas dan suka cita oleh umat Kristiani yang merayakannya.

Baca juga: Polda Bali: Jembatan ambruk di Nusa Penida karena kelebihan beban
 
Menurut Kapolda Bali pengamanan di tempat-tempat ibadah juga merupakan salah satu yang masuk agenda yang menjadi atensi dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yakni bahwa setiap penyelenggaraan pengamanan yang dilakukan oleh aparat kepolisian harus bisa direalisasi dengan melakukan sterilisasi menggunakan teknologi X-ray, metal detektor, ataupun mengerahkan anjing pelacak (K9).
 
Dalam skala yang lebih luas, Polda Bali mengamankan pintu-pintu masuk pulau Bali seperti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pelabuhan laut di Padang Bai di Kabupaten Karangasem, pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, pelabuhan Benoa di Denpasar dan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, serta terminal-terminal angkutan umum.
 
"Pintu masuk Bali termasuk yang kita atensikan. Kita sudah siapkan pengamanan yang berlapis dan sistem rekayasa lalu lintas andai kata memang terjadi kepadatan," kata Kapolda.
 
Dia mengatakan agar upaya tersebut intensif dan optimal, pihaknya juga bekerja sama dengan segenap unsur Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) untuk membantu personel di lapangan memitigasi adanya gangguan keamanan jelang Natal dan Tahun Baru 2023.
 
Kapolda mengatakan fokus pengamanan pada 480 titik kegiatan baik Gereja maupun tempat-tempat umum di Bali dengan menyiapkan 23 pos pengamanan,13 pos pelayanan dan lima pos terpadu yang tersebar di sembilan Kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bali.
 
Operasi Lilin Agung yang digelar di wilayah Bali tahun ini melibatkan 3.425 personel gabungan yang terdiri dari 20 instansi untuk pengamanan 480 titik kegiatan di Bali pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2023.

Baca juga: Kapolresta-Forkompinda Denpasar sidak harga sembako di pasar

Pewarta: Rolandus Nampu

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022