Nusa Dua (Antara Bali) - Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah menyediakan 150 program beasiswa khusus untuk calon mahasiswa asal Indonesia yang ingin belajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Arab Saudi itu.
    
"Setiap tahun kami memberikan jatah rata-rata 150 beasiswa untuk calon mahasiswa asal Indonesia," kata Juru Bicara Universitas Islam Al Madinah Al Munawwarah, Azmi Syukri Zarkasyi, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis.
    
Menurut dia, beasiswa tersebut diberikan oleh pemerintah Arab Saudi secara penuh kepada mahasiswa S-1 Universitas Islam Madinah asal Indonesia yang pengajuan aplikasi lamarannya dinyatakan diterima.
    
Pengajuan aplikasi lamaran bisa dilakukan melalui alamat website www.iu.edu.sa mulai saat ini untuk tahun akademik 2013 pada bulan September.
    
Selain beasiswa, semua akomodasi mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah tersebut ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi, termasuk uang makan dan tempat tinggal.
    
"Pemerintah Arab Saudi juga memberikan tiket gratis Madinah-Indonesia pulang-pergi sekali dalam setahun. Tiket gratis itu diberikan pada saat libur musim panas pada Juni-Juli-Agustus," katanya saat ditemui di arena pameran pendidikan yang digelar oleh lembaga pemeringkatan perguruan tinggi "Quacquarelli Symonds" dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di BICC The Westin Nusa Dua itu.
    
Azmi menambahkan bahwa mahasiswa asal Indonesia juga diberi kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah. "Apalagi jarak kampus kami dengan Masjid Nabawi (Madinah) hanya 10 kilometer atau dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan kendaraan umum. Mahasiswa pun banyak yang memanfaatkan waktunya untuk beribadah di masjid itu," kata putra keempat pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, KH Abdullah Syukri Zarkasyi, itu.
    
Di Universitas Islam Madinah terdapat 11 fakultas, yakni Syariah, Dakwah dan Ushuluddin, Alquran dan Studi Islam, Bahasa Arab, Pengajaran Bahasa Arab Untuk Pemula, Sains, Komputer dan Informatika, Teknik, Kedokteran, Farmasi, dan Hadits.
    
Setelah lulus S-1, para mahasiswa masih bisa mendapatkan beasiswa secara penuh untuk melanjutkan program S-2 dan S-3 di perguruan tinggi negeri yang memiliki 22 ribu orang mahasiswa, 80 persen di antaranya berasal dari luar Arab Saudi itu.
    
Sampai saat ini jumlah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Universitas Islam Madinah itu sekitar 350 orang. Pada 2011 jumlah mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa di kampus itu sebanyak 170 orang, sedangkan tahun ini sebanyak 130 orang.
    
"Sebenarnya pemberian beasiswa kepada calon mahasiswa asal Indonesia itu telah berlangsung sejak 1970-an, tapi jumlahnya tidak sampai 150. Mengingat besarnya perhatian pemerintah Arab Saudi, maka jatah beasiswa untuk mahasiswa Indonesia terus ditambah," kata pria yang kini menempuh program S-2 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah itu.
    
Selain pulang ke Tanah Air, lulusan Universitas Islam Madinah asal Indonesia ada yang bekerja di instansi pemerintahan di Arab Saudi. "Pemerintah Arab Saudi memberikan kesempatan yang besar kepada lulusan Universitas Islam Madinah," kata Azmi.(M038)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012