Denpasar (Antara Bali) - Masyarakat Bali mulai bergairah membudidayakan ikan lele di kolam untuk memenuhi permintaan pasar lokal maupun mengisi kolam pemancingan yang semarak di beberapa lokasi wisata Pulau Dewata.

"Saya bersama rekan mulai mengembangkan budidaya lele di lahan pekarangan dengan mendatangkan bibit jenis unggul tahap awal sekitar seribu ekor," tutur Made Rai, petani pemula asal Gianyar, Jumat.

Ia mengaku mendapatkan bibit dari seorang pengusaha yang sudah berpengalaman membudidayakan lele di daerahnya, sekaligus bisa menampung hasil panenan untuk dipasarkan ke pengusaha kuliner yang tumbuh di daerah itu.

"Kami baru mulai bersama sepuluh orang untuk mengembangkan lele karena memiliki prospek pemasaran yang baik di Bali," tambah Made Rai. Lele banyak diperlukan pengusaha kuliner disamping untuk mengisi kolam pemancingan.

Bali sebagai daerah pariwisata yang banyak dikunjungi turis dalam dan luar negeri bisa memunculkan usaha kuliner sejenis pecel lele yang mulai merambah kota kecamatan sehingga memerlukan bahan baku cukup banyak.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bali, Ir Made Gunaja mengakui, daerahnya masih mendatangkan ikan Lele dari Jawa dalam memenuhi konsumsi masyarakat sekitar delapan ton per hari, sedangkan produksi petani setempat baru lima ton per hari.(LHS/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012