Makassar (Antara Bali) - Koordinator Regional DPP Asita, Nico B. Pasaka menyatakan, promosi pariwisata Sulawesi Selatan 2-3 tahun terakhir di Singapura, salah sasaran, sehingga gagal mencapai target booming kunjungan wisatawan mancanegara saat "visit South Sulawesi year 2012".

"Jangankan terjadi booming kunjungan wisman, meningkat saja tidak, karena seluruh strategi pemasaran satu-demi satu terungkap salah sasaran," kata Nico Pasaka melalui telepon internasional Singapura-Makassar, Minggu.

Menurut Pasaka, pihaknya merasa aneh karena Pemerintah Provinsi Sulsel dalam berbagai statamen, baik Gubernur maupun Kepala Dinas Pariwisata, menyatakan kerja sama pemerintah provinsi dengan Changi Airport Singapura akan meningkatkan arus kunjungan wisman ke daerah ini.

Pemprov Sulsel, lanjutnya, mungkin tidak menyadari bahwa Changi Airport Singapura adalah management bandara atau sama saja dengan PT Angkasa Pura di Indonesia.

"Saya baru saja tiba di Singapura untuk mengikuti kegiatan bursa pariwisata dunia dan kaget melihat fakta serta mendapat laporan bahwa Sulsel memasang billboard di Changi. Billboard itu sifatnya untuk pencitraan (image) dan bukan promosi produk wisata Sulsel. Tidak ada relevansi manajemen Bandara Changi melakukan promosi pariwisata Sulsel," ujarnya.

Idealnya, menurut Pasaka, Pemprov Sulsel dalam promosi pariwisata membuat kesepakatan (MoU) dengan STB (Singapore Tourism Board) dan Natas (National Travel Singapore - Semacam Asita - Asosiasi Biro Perjalanan Wisata di Indonesia), sehingga efektif.(LHS/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012