Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah beserta anggota DPRD setempat berkunjung ke Kabupaten Buleleng guna melakukan studi tiru terhadap tiga sektor perekonomian yakni pariwisata, pertanian dan perdagangan.

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Tolitoli Mohammad Besar Bantilan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng, Rabu.

Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan menyebutkan studi tiru dilakukan sebagai upaya untuk menyiapkan diri sebagai daerah penyangga untuk Provinsi Bali dimana konsumsi produk pertanian dan perkebunannya sangat besar.

Studi tiru juga sebagai upaya mendalami salah satu subsektor vital yakni pariwisata yang menjadi salah satu penopang perekonomian di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut

"Kabupaten Tolitoli baru mau mempersiapkan diri menjadi salah satu daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru. demikian kami datang ke sini untuk belajar dan berbagi. Itu tujuan utama kami,” sebutnya.

Baca juga: Bupati Buleleng ajak komunitas Land Cruiser ikut kembangkan pariwisata

Besar Bantilan lebih jauh menambahkan hal menarik yang bisa dipelajari dari Kabupaten Buleleng adalah adanya peraturan daerah (perda) yang menjaga latihan pertanian. Termasuk membebaskan pajak bagi para petani. Ini diperlukan mengingat lahan semakin sempit namun penduduk semakin banyak. Aturan-aturan tersebut yang akan coba diterapkan di Kabupaten Tolitoli.

“Kita harus menjaga agar lahan pertanian ini tidak semakin sempit akan kebutuhan pembangunan khususnya perumahan. Kami harus menyiapkan semuanya termasuk hasil pertanian kami agar meningkat demi bisa menyokong kebutuhan dari IKN baru,” pungkas Besar Bantilan.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menjelaskan Pemkab Tolitoli datang ke Buleleng karena memiliki kesamaan topografi. Selanjutnya dengan kesamaan tersebut, apa yang dilakukan di Buleleng akan diterapkan di Kabupaten Tolitoli khususnya pada tiga sektor yaitu pariwisata, pertanian dan perdagangan. 

Baca juga: Perpusnas adakan pelatihan menulis bersama Duta Baca Gol A Gong di Buleleng

Hal itu dilakukan mengingat lahannya luas tapi belum didayagunakan secara maksimal. Posisi Kabupaten Tolitoli juga dekat dengan rencana Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.

“Sehingga potensinya digali untuk dipakai khususnya perkebunan dan pariwisata. Mereka ingin mencontoh Buleleng karena kita sebagai kabupaten penyangga Bali bagian selatan khususnya di tiga sektor tadi,” jelasnya.

Para kepala dinas terkait juga telah memaparkan apa yang dilakukan di Buleleng. Sehingga Pemkab Tolitoli mendapatkan gambaran apa yang akan harus ditiru dan diterapkan di wilayahnya.

"Koordinasi akan terus dilakukan antar dua kabupaten ini untuk kerjasama yang lebih intens. Kerjasama bisa dilakukan melalui instansi terkait di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tolitoli. Dari Kabupaten Tolitoli banyak kelapa dan juga kayu yang dikirim ke Bali. Semoga nanti bisa lewat Pelabuhan Celukan Bawang sehingga lebih hidup lagi antara dua kabupaten ini hubungannya,” demikian Sutjidra.

Pewarta: IMBA Purnomo

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2022