London (Antara Bali) - Purba Purnama, mahasiswa program kombinasi master-doktor University of Science and Technology (UST) di Korea Selatan untuk bidang biopolimer berhasil memecahkan program studi master dan doktor sekaligus dalam waktu 3.5 tahun yang lazimnya diselesaikan dalam waktu 5 tahun.
Dalam wisuda yang digelar di International Cooperation Building, KIST, Seoul, baru baru ini Purba juga mendapat penghargaan,"Academic Excellence Award" dari KIST, demikian keterangan dari pengurus Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) yang diterima ANTARA London, Jumat.
Pemegang beasiswa dari International R&D Academy dari Korea Institute of Science and Technology (KIST), Korea Selatan ini dalam aktivitas kesehariannya di Korea Selatan tidak hanya belajar namun juga pernah terlibat dalam berbagai organisasi.
Purba menjadi kepala klaster Inovasi dan Teknologi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), pengurus di organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) dan juga aktif dalam kegiatan bersama Pioneers for Advancement of Technology in Asia-Africa (PATA) di Korea Selatan.
Purba mengakui bahwa ketika dirinya datang ke Korea, pembimbingnya menyatakan bahwa ia boleh lulus kapan pun mau jika memiliki banyak publikasi di jurnal internasional.
Menurut Purba, aturan normal program kombinasi master-doktor adalah empat tahun. "Dari sini saya bertekad untuk memecahkan aturan itu dengan lulus lebih cepat dari waktu minimum 4 tahun. Alhamdulillah saya bisa memecahkan rekor studi tercepat untuk program kombinasi master-doktor sekaligus dalam waktu 3,5 tahun," ujarnya.(LHS)
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012
Dalam wisuda yang digelar di International Cooperation Building, KIST, Seoul, baru baru ini Purba juga mendapat penghargaan,"Academic Excellence Award" dari KIST, demikian keterangan dari pengurus Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) yang diterima ANTARA London, Jumat.
Pemegang beasiswa dari International R&D Academy dari Korea Institute of Science and Technology (KIST), Korea Selatan ini dalam aktivitas kesehariannya di Korea Selatan tidak hanya belajar namun juga pernah terlibat dalam berbagai organisasi.
Purba menjadi kepala klaster Inovasi dan Teknologi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), pengurus di organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika) dan juga aktif dalam kegiatan bersama Pioneers for Advancement of Technology in Asia-Africa (PATA) di Korea Selatan.
Purba mengakui bahwa ketika dirinya datang ke Korea, pembimbingnya menyatakan bahwa ia boleh lulus kapan pun mau jika memiliki banyak publikasi di jurnal internasional.
Menurut Purba, aturan normal program kombinasi master-doktor adalah empat tahun. "Dari sini saya bertekad untuk memecahkan aturan itu dengan lulus lebih cepat dari waktu minimum 4 tahun. Alhamdulillah saya bisa memecahkan rekor studi tercepat untuk program kombinasi master-doktor sekaligus dalam waktu 3,5 tahun," ujarnya.(LHS)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012