Jakarta (Antara Bali) - Masuknya produk pakaian jadi dari China yang lebih murah ke Indonesia tidak berdampak terhadap penjualan produk batik di Pusat Grosir Tanah Abang.

"Dari dulu tidak terasa ada penurunan permintaan batik meskipun pakaian jadi dari China berdatangan," kata Muhammad Sarjani, salah seorang pemilik los batik "Enam Saudara 3" di Pusat Grosir Tanah Abang Blok B, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, penggemar pakaian batik memiliki segmen tersendiri sehingga tidak terpengaruh dengan membanjirnya produk impor dari China. Apalagi, instansi pemerintah dan beberapa perusahaan swasta juga mewajibkan karyawannya memakai batik pada hari-hari tertentu.

"Batik sejak awal memang sudah kuat sebagai produk kebanggaan lokal," ujarnya.

Ia menegaskan, selama ini ia tidak pernah melihat adanya produk batik yang berasal dari China. Karena itu, batik sebagai produk lokal tidak memiliki pesaing sebagaimana produk garmen jenis lain.(IGT/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012