Banyuwangi (Antara Bali) - Sekretaris Daerah Provinsi Bali I Made Djendra memimpin "tirtayatra" atau perjalanan suci para pejabat daerah setempat ke Pura Agung Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis.
    
Pada saat bersamaan pemangku Pura Blambangan juga sedang melakukan persiapan upacara "ngenteg linggih" atau upacara Hindu untuk meresmikan dan menstanakan para dewa di pura yang digelar pada 2 Agustus 2012.
    
"Kami bangga melihat persiapan upacara 'ngenteg linggih' yang melibatkan umat Hindu di Jawa Timur dengan bergiliran sembahyang. Mudah-mudahan yang dihaturkan bisa bermakna bagi seluruh umat, khususnya umat Hindu," kata Sekda.
    
Menurut dia, penataan yang telah dilakukan di Pura Agung itu setiap tahunnya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
    
Ia mengharapkan melalui upacara sakral itu bakti umat Hindu kepada Sang Hyang Widhi terus meningkat.
    
Umat Hindu khususnya di Jawa Timur sejak lama menantikan upacara ngenteg linggih tersebut, sejak pura itu mulai dibangun pada tahun 1975.
    
"Upacara itu merupakan upacara pertama kali digelar sejak dibangun. Memang agak terlambat tetapi bagunan sudah lengkap dan upacara baru bisa dilakukan sekarang," kata Pembina Yayasan Pura Agung Blambangan, Untung Mardianto.
    
Selama ini upacara "piodalan" atau upacara peringatan hari lahirnya pura biasanya dilakukan dengan persembahyangan bersama, bertepatan pada Hari Raya Kuningan, yang jatuh tiap enam bulan sekali.
    
Dalam kesempatan "tirtayatra" itu Pemerintah Provinsi Bali juga menyerahkan dana punia sebesar Rp10 juta kepada pihak pura melalui Yayasan Pura Agung Blambangan guna menunjang keperluan kegiatan upacara di Pura Agung itu.(DWA/M038/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012