Kuala Lumpur (Antara Bali) - Tiga wartawan Indonesia akhirnya dibebaskan oleh kepolisian Port Dickson, Malaysia, Rabu malam menjelang Kamis dini hari, setelah dimintai keterangan selama sekitar enam jam.
       
Menurut Ilham Khoiri dari Kompas, mereka dijemput petugas dari KBRI Kuala Lumpur di kantor polisi itu. Setelah dibebaskan, mereka langsung dibawa menuju KBRI.
       
Untuk membebaskan tiga wartawan dan dua mahasiswa dari Indonesia yang ditangkap sedang berada di dekat lokasi penembakan tiga TKI di Linggi, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur Mulya Wirana menugaskan Atase Kepolisian KBRI Kombes Benny Ardiyanto ke Port Dickson di Negara Bagian Negeri Sembilan.
       
Semula mereka dimintai keterangan di Kantor Polisi Linggi, kemudian dipindahkan ke Kantor Polisi Port Dickson.
       
Tiga wartawan Indonesia ditangkap oleh polisi Malaysia pada Rabu sore saat berada di dekat lokasi penembakan tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB).
      
Tiga wartawan yang ditangkap adalah Zen Teguh Triwibowo (Sindo), Muhammad Fauzi (Media Indonesia) dan Ilham Khoiri (Kompas).
       
Saat ditangkap, mereka sedang berada di dekat lokasi penembakan tiga TKI. Saat itu, warga sekitar lokasi menghubungi polisi. Tiga wartawan Indonesia itu pun digiring ke kantor polisi Linggi kemudian ditahan di Port Dickson.
        
Mengetahui ada tiga wartawan ditangkap, KBRI terkejut karena agenda kunjungan ke lokasi ditiadakan. Meski demikian KBRI mengutus Atase Kepolisian Kombes Benny Ardianto ke lokasi penahanan.
       
Lokasi penahanan berada di luar Kuala Lumpur, perjalanan sekitar dua jam, seperti jarak Jakarta-Bandung lewat tol.
       
Pada Selasa (8/5) anggota DPR Parlindungan Purba dan Anggota Komnas Ridha Saleh berkunjung ke Port Dickson, untuk bertemu dengan kerabat dua TKI yang ditembak, yaitu Wildan. Mereka menyertakan Plt Kabag Penegakan HAM Komnas HAM Sriyana serta wartawan ANTARA dan Kompas. Mereka juga didampingi petugas dari KBRI.
       
Semula ada rencana ke lokasi penembakan tetapi karena sudah petang, maka rencana itu ditunda dan direncanakan Rabu ini. Petugas KBRI juga mengingatkan risiko mengunjungi lokasi penembakan sehingga rombongan membatalkan rencana itu dan rombongan pun bergabung dengan rombongan lainnya yang menuju Perak untuk bertemu TKI di perkebunan kelapa sawit.
       
Usai pertemuan dengan Komnas HAM Malaysia, Rabu siang, muncul kembali gagasan untuk menuju lokasi penembakan. Rencana itu hampir terlaksana dan kendaraan sudah tersedia, namun Kuasa Usaha Sementara Ad Interim KBRI Mulya Wirana melarang karena tidak didampingi Suruhanjaya HAM Malaysia atau Suhakam.(*/M038/T007)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2012