Pasangan Calon Bupati Badung, Bali I Nyoman Giri Prasta dan Calon Wakil Bupati I Ketut Suiasa (GiriAsa) yang merupakan pasangan petahana, berkomitmen untuk tetap melanjutkan program pro-rakyat untuk kebahagiaan masyarakat Badung meskipun di tengah pandemi COVID-19.

"Program-program untuk kebahagiaan masyarakat kami pastikan akan tetap berlanjut walaupun di tengah pandemi COVID-19. Meskipun dalam Pilkada kami kembali diberi kepercayaan oleh masyarakat, itu belum apa-apa kalau masyarakat masih ada yang kelaparan, ada yang menjerit, belum sejahtera dan bahagia, itu berarti keadilan sosial belum berjalan," ujar Giri Prasta di Mangupura, Minggu.



Ia mengatakan berdasarkan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Badung yang dilakukan Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDIP Badung, pasangan calon tunggal GiriAsa berhasil meraih 285.279 suara atau 94,64 persen. Sedangkan kotak kosong meraih 16.170 suara atau 5,36 persen.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Badung karena sudah ikut berpartisipasi menciptakan pemilihan kepala daerah yang berintegritas, demokratis, damai, dan sehat," katanya.

Nyoman Giri Prasta menjelaskan untuk mempertahankan indeks kebahagiaan masyarakat Badung tolok ukurnya adalah tetap terjaminnya kesehatan, pendidikan, keamanan dan kenyamanan, kerukunan serta pendapatan per kapita masyarakat.

"Pada periode kedua, inilah yang akan kami genjot, khususnya pendapatan per kapita masyarakat Badung, kalau dikatakan turun pasti turun karena pariwisata yang tidak berjalan, sehingga ada yang di-PHK dan berimbas kepada sektor lainnya," ungkapnya.

Menurutnya, selama masa pandemi COVID-19, pendapatan Badung rata-rata Rp190 miliar per bulan. Dalam tiga bulan secara kumulatif terkumpul dana Rp570 miliar ditambah kas daerah Rp300 miliar, sehingga jumlah kas daerah saat ini mencapai Rp870 miliar.



"Kas daerah ini kami prioritaskan untuk membayar gaji PNS dan tenaga kontrak, membayar santunan kematian, tunjangan penunggu pasien, tunjangan lansia serta biaya upakara Panca Yadnya di masyarakat. Dengan demikian, kami pastikan semua program pro-rakyat Badung untuk kebahagiaan masyarakat bisa tetap berjalan," ujarnya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati I Ketut Suiasa menjelaskan dalam mempertahankan agar program pro-rakyat tetap berjalan, pihaknya memiliki dua strategi, yaitu strategi internal dengan melakukan optimalisasi pendapatan melalui pajak dan berupaya menagih piutang pajak.

"Kami juga memiliki strategi eksternal yang akan berjuang untuk meningkatkan dana perimbangan dari pusat berupa Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Dana Insentif Daerah (DID)," katanya.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020