Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada lahan seluas 30 ribu hektare yang akan digarap menjadi food estate atau lumbung pangan di dua kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Totalnya di Provinsi Kalimantan Tengah untuk 2020 adalah 30 ribu hektare," kata Presiden Jokowi  saat meninjau food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis.

Presiden Jokowi meninjau lumbung pangan berikut penanaman padi, keramba ikan, serta peternakan bebek, yang terletak di Kecamatan Pandih Batu dengan didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan pejabat terkait lainnya.

Baca juga: Presiden Jokowi tandatangani Perpres soal vaksin COVID-19

"Yang di kabupaten Pulang Pisau akan dikembangkan 10 ribu hektare dan di Kabupaten Kapuas akan dikerjakan 20 ribu hektare, akan mulai dikerjakan pada 2020," tambah Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, food estate itu tidak hanya ditanami padi.

"Seperti yang kita lihat di sini tadi misalnya untuk pemupukan kita pakai drone, membajak sawah kita memakai traktor apung, ini traktor khusus. Saya tanya tadi 1 hari bisa berapa hektare?' operator traktor menjawab 2 hektare. Ini adalah sebuah kecepatan karena yang akan kita kerjakan adalah sebuah hamparan yang sangat luas," ungkap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menekankan bahwa dibutuhkan mekanisasi alat-alat modern untuk dapat mencapai kecepatan yang diinginkan.

"Kita juga di sini mengkombinasikan padi yang ditanam di sawah, di pinggirnya ditanam jeruk, ada lagi di pinggir di sisi ini ada bawang merah dan kelapa. Kita harapkan hasil yang dihasilkan bukan hanya padi, tapi juga jeruk, kelapa plus bawang merah tadi," tambah Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, karena airnya melimpah tersedia di kabupaten Pulang Pisau, maka juga akan dimulai budi daya ikan di keramba.

"Akan kita lihat dalam hasilnya mungkin 3-4 bulan seperti apa," tambah Presiden.

Baca juga: Survei: Kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi capai 64,7 persen

Menurut Presiden, food estate yang akan dipersiapkan totalnya mencapai 168 ribu hektare di berbagai daerah untuk ditanami padi.

Pada 9 Juli 2020 lalu Presiden Jokowi bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan sejumlah menteri terkait juga sudah meninjau lokasi yang sama.

Presiden Jokowi merencanakan lahan irigasi di Kalimantan Tengah seluas 148.000 hektare dipersiapkan untuk menanam padi, sedangkan lahan yang di luar non-irigasi seluas 622.000 hektare akan dikembangkan untuk tanaman singkong, jagung, dan lain-lainnya termasuk peternakan.



 

Pewarta: Desca Lidya Natalia

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020