Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus bekerjasama dengan Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), menyalurkan bantuan permodalan dengan skema dana bergulir sebesar Rp1,8 miliar kepada 25 UMKM yang mayoritas bergerak di sektor Pariwisata, wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, NTT.

"Melalui program kemitraan, penyaluran ini baru tahap pertama hasil sinergi dengan ABDSI. Kami akan terus terbuka dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan UMKM, khususnya di wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT," kata Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, dalam keterangan pers di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan selain bantuan berupa akses permodalan, UMKM binaan Pertamina juga mendapatkan pendampingan dan bimbingan dalam menyiasati pengelolaan model usaha.

Proses ini akan berlangsung sampai Pariwisata Bali sudah kembali dibuka dan menerima kunjungan wisatawan mancanegara.

"Pertamina memahami bahwa pelaku UMKM ini memiliki resiko yang tinggi untuk kolaps bila pembukaan destinasi pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara ditunda hingga akhir tahun. Sehingga melalui program kemitraan dapat membantu," jelas Rustam.

Sebelumnya, pada (27/8) Pertamina MOR V bersama Rumah BUMN telah melakukan sosialisasi Program Kemitraan bagi UMKM secara dalam jaringan (daring).

Kegiatan tersebut dilakukan pada empat titik Rumah BUMN yang tersebar di Mojokerto dan Situbondo (Jawa Timur), Klungkung (Bali) serta Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dengan peserta lebih dari 20 UMKM.

Sosialisasi Program Kemitraan juga dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang membahas keberadaan UMKM dalam mendukung sekotor pariwisata, khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, NTT.

Sebelumnya, pada (26/8) Gubernur Bali Wayan Koster menunda pembukaan daerah setempat untuk kunjungan wisatawan mancanegara yang rencananya akan dibuka pada 11 September 2020.

Penundaan tersebut didasarkan pada pertimbangan terkait perkembangan kasus positif COVID-19 yang masih fluktuatif dan masih ada masyarakat yang tidak tertib menerapkan protokol kesehatan.

Pewarta: Ayu Khania Pranishita

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020