Puluhan seniman di Provinsi Bali diberi bantuan paket bahan kebutuhan pokok sebagai salah satu upaya meringankan beban di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Bantuan diutamakan seniman yang berusia lanjut, yang sedang sakit, maupun yang tidak memiliki pekerjaan lain," kata Kelihan (Ketua) Rumah Budaya Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita, disela-sela menyerahkan paket bahan pokok kepada para seniman di Denpasar, Jumat.

Kadek menambahkan, bantuan bahan pokok yang disiapkan untuk para seniman dan kreator itu total 80 paket, yang berisikan 10 kilogram beras, 10 butir telur, 2 liter minyak goreng, 2 kilogram gula pasir, teh, dan juga masker.

Puluhan paket bahan pokok senilai masing-masing Rp250 ribu itu merupakan bantuan dari Kumparan, yang untuk penyalurannya kepada seniman dipercayakan melalui Rumah Budaya Penggak Men Mersi.

"Selain diberikan kepada para seniman yang mayoritas berusia lanjut, paket bahan pokok ini juga diberikan pada kreator-kreator dewasa dan muda, serta untuk sejumlah penulis budaya," ujarnya didampingi Putu Suryadi dan Nyoman Budarsana, pengurus Penggak Men Mersi lainnya.

Baca juga: 900 seniman-penari tampil dalam pembukaan Tanah Lot Art-Food Festival 2020 (video)

Pihaknya berharap bantuan paket bahan pokok bisa sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari para seniman di sembilan kabupaten/kota di Bali yang dalam kondisi pandemi COVID-19 ini tidak bisa lagi pentas menghibur masyarakat maupun menjadi pengiring dalam berbagai kegiatan ritual.

Apalagi, lanjut Kadek, kondisinya di lapangan selama ini para seniman memang belum tersentuh bantuan dari sejumlah donatur

"Untuk para seniman yang berada di luar Denpasar, kami akan langsung membawa bantuan ini ke rumah masing-masing karena tidak sedikit dari mereka yang sudah lama sakit dan terpaksa terbaring di tempat tidur," katanya.

Wayan Sudiarta (62), seorang seniman arja dan genggong dari Sesetan, Kota Denpasar yang menerima bantuan paket bahan pokok itu mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diterima.

Baca juga: Tokoh seniman Prof Bandem terima bintang jasa dari Kaisar Jepang

"Dalam situasi seperti sekarang ini, kami sama sekali tidak ada kegiatan untuk pentas, sedangkan kehidupan tentu harus tetap berjalan," ucapnya.

Sudiarta yang sebelumnya juga menjadi "guide" freelance inipun tidak bisa mengandalkan bekerja di sektor pariwisata karena tidak ada kunjungan wisatawan lagi dalam masa pandemi COVID-19.

"Oleh karena itu, para seniman mohon agar diperhatikan juga supaya kami tidak keteteran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi anak-anak," ujar seniman yang biasa mengambil peran sebagai tokoh Penasar dan Kunta itu.
Kelihan (Ketua) Rumah Budaya Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita, didampingi Putu Suryadi saat menyerahkan paket bahan pokok kepada salah satu seniman (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020