Presiden Joko Widodo memerintahkan kementerian terkait dan pemerintah daerah memperkuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di tingkat rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) guna menekan penularan virus corona tipe baru.

"Memang kesimpulannya yang paling efektif dalam pengendalian penyebaran COVID-19 ini adalah unit masyarakat yang paling bawah," kata Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, saat membuka rapat terbatas melalui telekonferensi mengenai percepatan penanganan pandemi COVID-19.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang disampaikan para gubernur ke Presiden, penguatan gugus tugas di lingkungan terkecil dalam masyarakat penting dalam penanggulangan COVID-19.

"Seluruh kepala daerah memperkuat gugus tugas di tingkat RT, RW, atau desa, atau misalnya di Bali ada desa adat, ini penting sekali," kata Presiden.

Baca juga: Presiden berdialog melalui video dengan perajin kayu asal Bali

Pelibatan desa adat dalam upaya penanggulangan COVID-19 di Bali dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pemerintah daerah untuk menekan penularan COVID-19 tanpa menerapkan pembatasan sosial berskala besar.

Bali tercatat sebagai provinsi dengan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 tinggi dan pertambahan kasus rendah.

Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, hingga Minggu (17/5) sebanyak 250 dari 348 pasien COVID-19 di Pulau Dewata telah dinyatakan sembuh.

Jika dibandingkan dengan daerah lain, tingkat pertambahan kasus COVID-19 di Bali juga termasuk rendah. Pada Minggu (17/5), jumlah pasien COVID-19 di Bali hanya bertambah dua.

Di Indonesia, hingga Minggu (17/5) jumlah kumulatif pasien COVID-19 sebanyak 17.514 orang dengan perincian 4.129 pasien telah sembuh dan 1.148 pasien meninggal dunia.

Baca juga: Jokowi minta warga yang belum terdaftar penerima bansos agar lapor

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2020