Denpasar (Antara Bali) - Pengelola hotel berbintang di Bali belum mempunyai komitmen untuk membantu petani dan mengembangkan sektor pertanian dengan menampung hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dalam berliburan di daerah ini.

"Pengusaha hotel itu beranggapan dengan membayar pajak semuanya sudah selesai, sehingga produk pertanian yang dihasilkan petani pemasarannya sulit menembus hotel," kata Guru besar Universitas Udayana Prof Dr.Ir. Dewa Ngurah Suprapta MSc di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, pengelola hotel termasuk yang berbintang dengan berbagai alasan menyangkut mutu dan kontinyuitas yang tidak memadai menolak berbagai jenis produk yang dihasilkan petani Bali.

"Hasil pertanian di manapun di dunia sangat dipengaruhi oleh musim yang nota bene tidak bisa dikuasai dan diatur sepenuhinya oleh manusia, tetapi manusialah menyesuaikan dengan musim atau iklim," ujar Dewa Suprapta yang juga ketua ahli petanian ASEAN dan Jepang.

Ia menilai, tindakan hotel berbintang sangatlah berlebihan jika minta pasokan mangga  dengan mutu dan jumlah yang sama  sepanjang tahun, padahal musim mangga hanya sekali dalam setahun.(IGT)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011