Denpasar (Antaranews Bali) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta konsep dan desain pembangunan bandara baru di Kabupaten Buleleng dapat menonjolkan identitas kearifan lokal dan budaya daerah setempat.

"Jadi, tidak hanya tempel-tempelan kecil 'kayak' begitu (di Bandara I Gusti Ngurah Rai-red), tetapi betul-betul menjadi ikon bangsa dengan tampilan budaya yang kuat dan berkarakter," kata Koster saat menyampaikan Pidato Akhir Tahun 2018 dan Menyambut Tahun Baru 2019, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Senin.

Apalagi, menurut dia, lahan yang akan digunakan pembangunan bandara di daerah Desa Kubutambahan Buleleng itu sudah tersedia 420 hektare, sehingga dipandang dapat lebih leluasa untuk mengembangkannya dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Saya sudah meminta agar konsep pembangunannya menjadi ikon negara dengan identitas kearifan lokalnya," ucap Gubernur Bali yang juga berasal dari Buleleng itu.

Koster menambahkan, "time table" pembangunan bandara di kawasan Bali Utara itupun sudah disusun saat rapat usai kunjungan lokasi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta jajaran pada Minggu (30/12). 

"Astungkara (mudah-mudahan) pada 2019 penetapan lokasi (penlok) akan keluar. Mulai 2020 pembangunannya sudah bisa dilaksanakan. Diperkirakan 2024 sudah selesai, tahun 2025 sudah bisa beroperasi. Ini menurut saya sesuatu yang sangat nyata bisa dijalankan," ujarnya didampingi Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati itu.

Terkait skema pembiayaannya nanti berupa kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) dan di dalamnya ada Perusda Provinsi Bali juga yang akan mewakili berbagai  pihak.

"Kalau bandara bisa terwujud, saya kira Kabupaten Karangasem, Bangli, Jembrana yang akan sangat diuntungkan. Terutama Tulamben dan Kubu, di Karangasem akan menjadi daerah yang paling mendapat manfaat dari bandara ini. Oleh karena itu, Bupati Karangasem harus bersiap-siap untuk itu," kata Koster.

Orang nomor satu di Bali itu sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak dan dapat menghentikan polemik, sehingga pembangunannya dapat berjalan mulus.

Selain Bandara Buleleng, program di bidang infrastruktur yang juga menjadi atensinya adalah pembangunan "shortcut" ruas Mengwitani-Singaraja yang ditargetkan sudah rampung semuanya pada 2021.

Dalam pidato akhir tahun yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut, Gubernur Koster menyampaikan evaluasi program selama tiga bulan yang telah dijalani pada tahun 2018 dan rencana program setahun selama tahun 2019. Intinya, Gubernur Koster ingin menciptakan regulasi yang dirancang secara terpadu selama kepemimpinannya untuk melindungi budaya, sumberdaya alam, dan sumberdaya manusia Bali dalam persaingan global.

Acara itu dihadiri Sekda Bali Dewa Made Indra, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bali, jajaran OPD Pemprov Bali, pimpinan ORI Perwakilan Bali, Bank Indonesia, PHDI Bali,  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, pimpinan perguruan tinggi, tokoh-tokoh masyarakat dan pimpinan berbagai media di Pulau Dewata. (ed)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018