Denpasar (Antaranews Bali) - Rombongan delegasi peserta Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank) mengunjungi lokasi Sungai (Tukad) Bindu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Selasa, yang merupakan tempat pemberdayaan masyarakat.

Delegasi tersebut disambut dengan kesenian tradisional "Kendang Adi Merdangga" yang dimainkan seniman cilik. Pada kesempatan itu juga hadir Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakilnya I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sekda Anak Agung Ngurah Rai Iswara didampingi Ketua Yayasan Tukad Bindu, Ida Bagus Ari Manik dan pengelola Tukad Bindu, I Gusti Ari Rai Temaja.

"Tempat ini sangat luar biasa, inovatif dan sangat memikirkan masa depan. Saya berharap semua desa di Indonesia dan dunia mampu menginspirasi seperti yang dilakukan di Sungai (Tukad) Bindu yang sukses membentuk program pemberdayaan berbasis masyarakat (community based)," kata Knowledge Sharing and Learning Global Practice for Social, Urban, Rural and Resilience, Steffen Soulejman Janus. 

Steffen Janus mengatakan pihaknya sangat tertarik dengan komunitas tersebut. Mereka dengan semangat dan antusias melakukan pemberdayaan warga yang diikuti pengelolaan dan partisipasi masyarakat, mulai dari budidaya ikan, sampai memasak sayur yang ditanam sendiri.

"Keberadaan komunitas tersebut berhasil menginisiasi Sungai (Tukad) Bindu, yang sebelumnya tidak tertata, kini mampu dikembangkan menjadi tempat yang menginspirasi dan luar biasa. Hal ini dapat menjadi contoh untuk wilayah lainnya," katanya.

Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan bahwa fokus utama yang dilakukan di Tukad Bindu adalah revitalisasi sungai dengan tujuan membentuk kemandirian masyarakat dan akselerasi pembangunan.     

"Membentuk karakter masyarakat adalah yang utama, karena program ini adalah program jangka panjang dan berkelanjutan," ucapnya.

Hal senada dikatakan Ketua Yayasan Tukad Bindu Ida Bagus Ari Manik, bahwa partisipasi masyarakat adalah hal yang utama menyukseskan program di sungai tersebut. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, Bank Dunia melalui PNPM Mandiri. Begitu juga kepada Pemkot Denpasar yang selalu mendukung terbentuknya program pemberdayaan masyarakat (community based)," ujarnya.

Untuk diketahui di Sungai Bindu saat ini terdapat beberapa lokasi menarik. Permainan anak tradisional, kuliner tradisional Bali, kopi Bindu, taman anggrek, hingga pengelolaan budidaya ikan lele dengan aquaponik. 

"Tentunya kami mengarahkan lokasi Sungai (Tukad) Bindu nantinya mampu menjadi lokasi natural (alami), dan mengurangi penggunaan plastik. Kami mengharapkan ke depan Tukad Bindu dapat terus mengedukasi dan menginspirasi masyarakat dalam kebersihan sungai," katanya. (ed)

Pewarta: I Komang Suparta

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018