Denpasar (Antaranews Bali) - Presiden Joko Widodo memastikan pawai budaya yang menampilkan keragaman dan keagungan seni budaya Bali akan digelar serangkaian pertemuan IMF-World Bank pada Oktober 2018.

"Pawai budaya ini permintaan Presiden  Jokowi, dan surat dari panitia penyelenggara nasional Annual Meeting IMF-WB sudah turun Minggu lalu, melalui Sekda Provinsi Bali, dan Dinas Kebudayaan diberikan mandat untuk melaksanakan kegiatan Pawai Budaya Bali tersebut," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha disela-sela rapat di Kantor Disbud Bali, di Denpasar, Kamis.

Menurut Dewa Beratha, pawai budaya tersebut akan mengangkat tema " The Life and Economy of Bali" yang menceritakan tentang siklus hidup manusia Bali mulai dari kelahiran hingga kematian, yang dijadwalkan

"Tema ini memiliki makna dimana ritus siklus hidup orang Bali dapat menyebabkan terjadinya  perputaran ekonomi yang harmoni dan dinamis, sehingga upacara ini perlu dijaga dan dilestarikan," ujarnya didampingi Art Director  yang juga Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha itu.

Untuk pawai budaya yang akan dihelat pada 12 Oktober mendatang itu, sudah siapkan dengan  isian pawai budaya yang dikemas atraktif, inovatif dan dinamis, serta semua bentuk  seni ditampilkan dengan aktraksi berjalan.

Sejumlah komunitas, sanggar dan lembaga seni akan dilibatkan dalam prosesi pawai budaya yang lokasinya sesuai surat bisa digelar di kawasan Nusa Dua ataupun di Renon, Denpasar.

Dewa Beratha menyebut tak kurang 1.500  seniman akan mengisi rangkaian pawai di hadapan para peserta IMF. "Untuk jadwalnya kita diberika kira-kira 12 Oktober. Nanti delegasi IMF akan dipecah sebagian mengikuti gala dinner di Garuda Wisnu Kencana dan sebagian menyaksikan pawai budaya," ucapnya.

Sementara itu,  Rektor ISI Denpasar Prof Dr I Gede Arya Sugiartha menambahkan ada tujuh konten ritus yang akan disuguhkan.

"Diantaranya prosesi pecaruan Rsi Gana, Dewa Yadnya, prosesi upacara kelahiran, menek bajang (akil balig), potong gigi, perkawinan hingga prosesi kematian.  Masing-masing prosesi ini akan diiringi beragam gamelan tradisional, dan diceritakan dalam konsep seni pertunjukan," ucapnya.

Sejumlah komunitas, sanggar dan lembaga seni pun akan dilibatkan. Seperti Institut Seni Indonesia, Sanggar Paripurna Gianyar, Rumah Budaya Penggak Men Mersi, Yayasan Pancer Langit Badung, SMK 3 Sukawati,  Sanggar Bumi Art Denpasar dan Sanggar Gases Denpasar. (ed)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018