Negara,  (Antaranews Bali) - Pengungsi  korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat  tiba di Kabupaten Jembrana, Bali untuk menumpang di rumah saudaranya.

 "Saya memutuskan mengungsi sini karena mencari tempat yang lebih aman. Apalagi anak saya masih trauma akibat gempa tersebut," kata Chairul Umar (25), pengungsi dari Pulau Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, yang mengungsi bersama isteri serta dua anaknya ke Dusun Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Senin.

Ia mengatakan setelah gempa keras mengguncang Lombok Utara beberapa waktu lalu, dirinya sempat beberapa hari hidup di penampungan pengungsian, sebelum pulang ke rumah ibunya di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dengan pertimbangan keamanan serta mencari pekerjaan sementara, ia bersama isteri serta dua anaknya yang masing-masing masih berusia 10 tahun dan 9 bulan sampai di Desa Pengambengan, Jumat (17/8) lalu.

Meskipun sudah berada di wilayah yang relatif aman dari gempa, ia mengaku masih sering kaget saat mendengar bunyi karena  gempa keras di Lombok,seperti dentuman. "Rata-rata orang di Lombok Utara mendengar dentuman keras sebelum gempa datang. Makanya sampai sekarang, meskipun tidur kalau ada bunyi saya masih sering kaget," katanya.
    
Suyanti (32), isteri Chairul mengatakan, saat di Pulau Gili Trawangan ia bersama suaminya berjualan baju di objek wisata tersebut. Kini akibat gempa, ia belum tahu kapan bisa berjualan lagi, sementara bekal yang ia bawa sudah mulai habis, bahkan kesulitan untuk membelikan minyak telon serta pampers bagi anaknya yang masih bayi.
    
Untuk mendapatkan hasil sekedarnya, bersama saudaranya di Pengambengan, ia ikut membantu mendorong sampan serta membuka ikan nelayan yang baru datang dari melaut.
    
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana Ketut Eko Susilo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menyebarkan formulir ke tiap desa untuk diisi jika ada pengungsi yang masuk ke wilayahnya. "Yang di Desa Pengambengan ini, kami sudah koordinasi dengan aparat desa setempat agar dilakukan pendataan sebagai dasar kami memberikan bantuan," katanya.

Keberadaan Chairul, Suyanti serta Dewi Sekar Ayu dan Novian Chairul Saputra yang menjadi korban gempa Lombok mengundang simpati dari sejumlah kalangan di Desa Pengambengan. Bantuan swadaya bagi pengungsi yang saat ini berada di rumah Yaniah (40), sepupunya, mulai berdatangan khususnya untuk kebutuhan anak mereka yang masih bayi.

"Tadi spontan kami di desa mengumpulkan sejumlah uang, ini saya serahkan amanah dari kawan-kawan di desa semoga bisa meringankan," kata Rofiq, salah seorang aparat desa yang menjenguk keluarga Chairul.
   

Pewarta: Gembong Ismadi

Editor : Adi Lazuardi


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018