Denpasar (Antaranews Bali) - Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose mengatakan, kepolisian akan meneliti penyebab terjadi kebakaran 40 kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Senin.

"Kami dari pihak kepolisian akan meneliti apakah ini `arson` (pembakaran) atau `fire` (kebakaran)," kata Petrus Golose.

Kapolda Petrus Golose menjelaskan, berdasarkan laporan awal yang diterima, peristiwa ini merupakan kebakaran yang diakibatkan oleh kelalaian para anak buah kapal (ABK) yang saat ini sudah diamankan untuk dimintai keterangan.

"Kami sudah siapkan tim untuk meneliti penyebab kebakaran ini. Mereka akan diturunkan setelah api berhasil dipadamkan," ujar Petrus Golose.

Guna membantu proses pemadaman kapal, kepolisian juga menerjunkan mobil "water cannon" yang bersama sejumlah mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah sejumlah kapal yang terbakar.

"Saat ini yang terpenting adalah memadamkan kebakaran. Mengapa api lama dipadamkan, karena pada setiap kapal yang siap berlayar telah membawa solar," katanya pula.

Ia mengatakan, meskipun lokasi kebakaran kapal yang menyebabkan gumpalan asap berwarna kelabu dan hitam tersebut dekat dengan lokasi pendaratan pesawat, namun pihaknya belum menadapatkan laporan gangguan pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Untuk arus lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara, kami juga sudah siapkan petugas kepolisian untuk mengurai apabila terjadi kemacetan akibat kebakaran ini. Namun hingga saat ini belum terpanau adanya kemacetan itu," ujarnya lagi.

Kapolda juga mengimbau kepada pemilik kapal dan nelayan untuk selalu berhati-hati, karena sistem keamanan di kawasan pelabuhan seperti "fire hydrant" rata-rata masih sangat lemah.

"Tapi saya juga mengapresiasi upaya petugas pemadam kebakaran yang bekerja keras dengan warga yang juga membantu proses pemadaman api yang membakar kapal pada hari ini," ujar dia pula.

Kapolda Petrus Golose mengatakan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran kapal tersebut.

"Untuk kerugian kami perkirakan cukup besar, karena rata-rata harga satu kapal sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar dan kalau dikalikan 40 unit kapal berarti kisaran di atas Rp120 miliar kira-kira," ujarnya lagi.(WDY)

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018