Gianyar, (Antaranews Bali) - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar mengandeng pihak Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi, Jawa Timur, untuk memberikan pelatihan dengan materi pembesaran lele dengan bioflok pada 30 peserta/peternak dari lima Pokdakan di Kantor DKPKP Gianyar.

"Saat ini perikanan budidaya agak menurun, sedangkan konsumsi ikan semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Namun, di berbagai tempat pencemaran air juga lumayan parah yang berimbas pada menurunnya kualitas air ditambah dengan harga pakan yang semakin melangit membuat para peternak ikan banyak yang kolaps," kata Kepala DKPKP  Gianyar Iga Dewi Hariani.

Secara ekonomis usaha budi daya lele sangat menguntungkan, karena ikan ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan tidak memerlukan perawatan yang cukup rumit. Namun saat ini  yang menjadi kendala dikalangan peternak ikan adalah masalah kebutuhan pakan yang merupakan biaya produksi terbesar yaitu berkisar antara 80-85 persen.

Dewi menjelaskan program dan kegiatan di bidang perikanan budidaya terus dikembangkan melalui terobosan inovatif seperti minapadi dan saat ini melaui bioflok yang merupkan program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Pada tahun 2018, pihaknya telah melakukan program pengembangan perikanan budidaya melalui beberapa kegiatan seperti pembinaan dan pengembangan perikanan yang merupakan dukungan untuk Balai Benih Ikan (BBI Payangan) dan Pasar Benih Ikan (PBI Siangan) agar dapat menghasilkan benih ikan yang berkualitas.

"Kedepan, kami juga akan mengadakan bimtek budidaya dan pengenalan cuaca pada kelompok nelayan, agar mereka tahu kapan cuaca bagus untuk melaut. Meskipun secara tradisional nelayan ini sudah sangat paham dengan kondisi laut, tapi tidak ada salahnya kami memberikan pembekalan secara teknologi modern," tegas Dewi Hariani.

Sementara itu, Kabid Budidaya, Pande Putu Ayu Sri Ratnawati menambahkan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi perikanan ikan lele sehingga mampu meningkatkan pendapat kelompok budidaya ikan (Pokdakan).

Pelatihan melibatkan 30 peserta dari pokdakan yang menerima bantuan sarana dan prasarana perikanan budidaya tahun anggran 2017 dengan komoditas lele seperti Pokdakan Mina Kencana Desa Pering, Pokdakan Keramas Sejati Desa Keramas, Pokdakan Sari Kencana Br, Batan Ancak Desa Mas, Ubud, Pokdakan Toya Selasih, Desa Sanding dan Pokdakan Punduk Sari Desa Lebih. (ed)

Pewarta: Adi Lazuardi

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018