Tabanan (Antaranews Bali) - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan masyarakat dari desa pekraman se-Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat siang, menggelar upacara Tawur Kesanga atau Tawur Agung Balik Sumpah Catus Pata Tabanan menjelang Nyepi Tahun Caka 1940.

Dalam ritual menjelang Nyepi yang juga diikuti Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, dan Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa itu, masyarakat menggelar beberapa tahapan upacara salah satunya, upacara tawur kesanga (Tawur Agung Balik Sumpah).

Tawur Kesanga di Kabupaten Tabanan itu diawali di Catus Pata Kota Tabanan, tepatnya di sebelah timur Gedung Kesenian I Ketut Mario, lalu dilanjutkan pada masing-masing perempatan (pempatan) agung Desa Pekraman se-Kabupaten Tabanan.

Upacara Tawur Agung Balik Sumpah itu dipimpin empat Pinandita, diantaranya Ida Pedanda Siwa Grya Taman Sari; Ida Pedanda Budha Grya Panti Balun; Ida Resi Bujangga Grya Tasik Ngis; dan Ida Pandita Empu Grya Pangkung Prabu.

Kesaksian dilakukan oleh Ida Cokorda Anglurah Tabanan dengan "murdaning Jagat Tabanan", diantaranya Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, dan Anggota DPRD Tabanan I Nyoman Suadiana dan Ni Made Meliani.

Sementara itu, ritual mepepada (penyucian hewan yang dimanfaatkan sebagai bahan tawur) telah dilaksanakan sehari sebelum tawur yakni Kamis (15/3). Hewan yang disembelih untuk sarana tawur caru balik sumpah, antara lain kerbau, sapi, kambing, babi, anjing, itik, dan ayam.

Upacara tawur kesanga ini diawali dengan penyiapan upacara seperti pemasangan sanggar agung dan piranti lainya.

Upacara yang digelar secara rutin sehari menjelang perayaan pergantian Tahun Baru Caka itu bertujuan untuk nyomia bhuta kala, yakni mengembalikan buta kala ke alam dengan menyediakan persembahan berupa caru tawur agung.

Dengan digelarnya Pecaruan Tawur Agung ini diharapkan akan tercipta keseimbangan buwana agung dan buwana alit (mikrokosmos dan makrokosmos). (ed)

Pewarta: Pande Yudha

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2018