Singaraja (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali mengajak puluhan awak media cetak dan elektronik di Pulau Dewata untuk meninjau lokasi swafoto (selfie) di Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng, yang akhir-akhir ini kian ramai dikunjungi wisatawan.

"Dengan melihat langsung lokasi swafoto Wanagiri dan juga mendengarkan penjelasan dari pihak terkait, kami harapkan rekan-rekan media dapat turut memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, sekaligus membantu mempromosikan objek wisata buatan ini," kata Kepala Sub Bagian Media Elektronik Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ketut Yadnya Winarta di sela-sela kunjungan tersebut, di Singaraja, Buleleng, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, kunjungan awak media yang diterima oleh Kepala Dusun sekaligus selaku Kelian Banjar Asah Panji Ketut Suwena mengatakan untuk saat ini terdapat delapan titik lokasi swafoto yang terletak di dataran tinggi dengan panorama Danau Buyan dan Danau Tamblingan.

Menurut dia, berdasarkan arahan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) hanya diizinkan empat lokasi swafoto dari delapan lokasi swafoto yang ada saat ini.

Hal itu disesuikan dengan banyaknya jumlah banjar adat yang ada di Desa Wanagiri. Ke depannya pihak BKSDA juga meminta agar pengelolaan lokasi swafoto dikelola oleh desa adat.

"Jika swafoto sudah dikelola oleh desa adat maka pengelolaan akan lebih tertata dan terpantau, baik dari segi perizinan maupun keamanannya. Untuk saat ini sudah ada satu lokasi swafoto yang dikelola oleh banjar adat dan sudah kami laporkan ke BKSDA," ujar Suwena.

Dia menambahkan, diperbolehkannya empat lokasi swafoto oleh BKSDA bertujuan untuk mencegah menjamurnya lokasi swafoto yang tidak terkontrol dan dikhawatirkan akan mengabaikan aspek keselamatan dan pelestarian lingkungan.

Suwena juga menambahkan untuk saat ini lokasi swafoto yang ada secara rutin dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan serta ketersediaan faktor penunjang keselamatan pengunjung.

"Bambu- bambu yang digunakan untuk bangunan kita periksa secara rutin, pemasangan jaring untuk keselamatan juga wajib," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Bagus Adi Laksana mengatakan keberadaan objek wisata swafoto di kawasan Puncak Wanagiri sesungguhnya telah memberi warna baru bagi destinasi wisata di Bali.

Terlebih objek wisata ini bisa membantu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Namun, ke depannya penataan serta pengelolaan objek wisata ini perlu dilakukan, apalagi terletak di kawasan hutan lindung.

Untuk itu, pihaknya meminta agar dilakukan komunikasi dan koordinasi baik dengan pihak BKSDA maupun Pemkab Buleleng terkait penataan dan pengelolaannya sehingga keberadaanya bisa menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan. (WDY)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017