Denpasar (Antara Bali) - Parade "Ngelawang", penampilan kesenian barong keliling komplek Taman Budaya Denpasar mengisi salah satu dari lima agenda Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-33 memasuki hari ke-17, Minggu.

Duta seni yang tampil dalam parade "Ngelawang" dari empat kabupaten/kota yang meliputi Denpasar, Jembrana, Badung dan Kabupaten Karangasem, kata salah seorang panitia PKB, I Wayan Dauh.

Pementasan keliling di pusat kesenian Bali, tempat kegiatan sebulan penuh seluruh aktivitas PKB berlangsung selama dua jam mulai pukul 11.00-13.00 Wita

Tradisi kesenian "Ngelawang" yang diwarisi secara turun temurun biasanya dilakukan umat Hindu pada hari Raya Galungan, hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan) yang jatuh setiap enam bulan sekali.

Kegiatan ini bermakna untuk mengusir roh-roh jahat, menolak segala jenis penyakit yang mengganggu kehidupan manusia, termasuk secara niskala mengusir orang-orang yang bermaksud jahat, menggangu keamanan Bali.

Pementasan di masing-masing pekarangan rumah penduduk itu, selain menyuguhkan hiburan, juga diyakini dapat memberi vibrasi kesucian, sehingga penduduk terhindar dari marabahaya dan penyakit.

Tradisi itu kini dikemas sedemikian rupa untuk mengisi salah satu agenda PKB, yang pembukaannya dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat, 10 Juni lalu.

Wayan Dauh menjelaskan, lima kegiatan seni lainnya meliputi parade topeng prembon yang dibawakan oleh sekaa topeng Wirama Tirtayasa Banjar Sekar Kangin, Desa Sidakarya, Kota Denpasar.

Kesenian tersebut tampil di panggung Ratna Kanda Taman Budaya selama dua jam, 16.00-18.00 wita, disusul kesenian theater "Gayatri" oleh sanggar pimpinan I Gusti Sudarta di gedung Ksiarnawa selama dua jam 20.00-22.00 Wita.

Selain itu parade drama gong oleh sekaa Drama Santika Budaya, Desa Adat Selat Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung di wantilan Taman Budaya selama dua jam, pukul 20.00-22.00 Wita.

Demikian pula tampil parade angklung oleh duta seni Kabupaten Karangasem yang berhadapan dengan duta seni Kabupaten Jembrana mengambil tempat di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang lokasinya bersebelahan dengan Taman Budaya Denpasar, tutur Wayan Dauh.(*)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011