Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali telah mendistribusikan sekitar 150 ribu dari 170 ribu kartu pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, yang disiapkan.

"Sedangkan sisanya masih sedang dalam pendataan karena banyak pengungsi yang masih tinggal dengan keluarga tersebar di beberapa kabupaten atau kota di Bali," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali Ketut Lihadnyana di Denpasar, Minggu.

Kartu tersebut, ucap dia, diperuntukkan bagi pengungsi dari 28 desa yang diprediksi terdampak erupsi Gunung Agung dengan radius 12 kilometer dari puncak kawah. Dengan adanya kartu itu, maka lebih mudah untuk mengontrol pengungsi.

"Kegunaan kartu pengungsi itu sangat banyak, yaitu untuk keperluan logistik, kesehatan hingga pendidikan bagi siswa pengungsi," ujar Lihadnyana saat berorasi pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) itu.

Di sisi lain, Lihadnyana menyoroti terkait tanggap darurat Bencana Gunung Agung, maka sebagian desa di Bali tidak bisa menggunakan dana desa dari pemerintah pusat dengan optimal. "Menghadapi hal tersebut, Pemprov Bali telah bersurat ke pemerintah pusat agar Bali mendapat pengecualian," ujarnya.

Menurut birokrat asal Buleleng tersebut, besaran dana desa yang didapat setiap desa selama ini sekitar Rp820 juta, alokasi dana perimbangan dari pusat yang jumlahnya kurang lebih sama serta desa juga dapat 10 persen dari retribusi pajak kabupaten/kota. Besaran dana tersebut digelontorkan secara merata untuk 636 desa di Bali.

"Karena dana desa sebagian besar untuk pembangunan desa, maka saya minta masyarakat turut aktif dalam pengawasan. Apalagi sekarang bahan material seperti pasir, koral dan batu mengalami kenaikan, dampak dari bencana Gunung Agung. Saya minta agar penyelenggara administrasi desa lebih cermat lagi mengeksekusi anggaran," ucap Lihadnyana.

PB3AS tersebut juga dimeriahkan penampilan dari SMA PGRI 2 Denpasar dengan tema "Narkoba No Prestasi Yes". Ketua OSIS SMA PGRI 2 Denpasar, Krisna Santosa, dalam orasinya, mengatakan peredaran narkoba yang semakin marak dikarenakan kurang pahamnya masyarakat terutama anak muda tentang bahaya narkoba.

Ia juga mengajak anak-anak muda agar jangan menjauhi teman yang sudah kadung terkena narkoba, tetapi ikut membantunya agar bisa pulih sepenuhnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017