Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) 2017 tingkat provinsi setempat, di Denpasar, Sabtu.

"Pemberian penghargaan ini sebagai salah satu sarana untuk memotivasi gabungan kelompok tani penerima program Sistem Pertanian Terintegrasi (Gapoktan Simantri) dan masyarakat petani secara menyeluruh untuk meningkatkan semangat bekerja keras dan gotong royong," kata Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membacakan sambutan Gubernur Bali dalam acara tersebut.

Menurut dia, dengan penilaian secara berkelanjutan diharapkan akan terdapat peningkatan kualitas pengelolaan yang mendorong peningkatan hasil produksi dan akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan anggota.

"Simantri harus terus dikembangkan sehingga dapat dijadikan model pembangunan pertanian terpadu," ujarnya.

Sudikerta juga mengharapkan supaya Gapoktan Simantri yang dinilai berprestasi pada tahun ini untuk terus bekerja keras, tidak hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi yang jauh lebih penting adalah kesejahteraan kelompok dan masyarakat pada umumnya

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana menyampaikan sampai dengan akhir 2017 nanti akan terbangun sebanyak 701 unit Simantri yang tersebar di seluruh Bali.

"Penyempurnaan Simantri dengan berbagai inovasi terus dilakukan diantaranya perbaikan teknik pengolahan limbah Simantri, mengasuransikan ternak sapi Simantri, mengharuskan setiap Simantri menanam tanaman yang bernilai ekonomis tinggi serta menyinergikan program subsidi pupuk organik dengan Simantri," ucapnya.

Tidak hanya itu, tahun ini juga telah dilakukan berbagai bentuk kerja sama diantaranya dengan Grup Riset Fakuktas Teknik Universitas Udayana untuk pemanfaatan jenset 1000 Watt dari biogas Simantri, kerja sama dengan yayasan rumah energi dalam mengembangkan biogas skala rumah tangga serta kerja sama dengan hidroponik Bali dalam mengembangkan hidroponik di lokasi Simantri.

Selain itu, berbagai hal positif telah diperoleh program Simantri diantaranya jumlah kelompok Simantri yang terus berkembang, jumlah sapi Simantri dari 200 ekor tahun 2009 menjadi 11.543 di tahun 2017, serta total produksi pupuk organik yang mencapai 66. 529 ton dan biourine 66.529 liter.

Sebelum menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang, Sudikerta beserta rombongan berkesempatan meninjau stan pameran serta memborong hasil kerajinan tangan yang dihasilkan oleh para pengungsi Gunung Agung, Kabupaten Karangasem.

Para pemenang Lomba Simantri tingkat Provinsi Bali untuk tahun ini yakni Simantri Kelompok Tani Mangku Kusuma (Simantri 455) Desa Menanga, Rendang, Karangasem pada peringkat pertama, Simantri Kelompok Tani Ternak Gunung Sari, Desa Kamasan, Klungkung, sebagai pemenang kedua, serta Gapoktan Saung, Desa Tuwed, Melaya Jembrana di peringkat ketiga.

Kepada kelompok Simantri peringkat pertama diberikan 4 ekor sapi, untuk juara kedua sebanyak 3 ekor sapi dan 2 ekor sapi untuk juara ketiga. Sedangkan peringkat harapan pertama sampai harapan ketiga, masing-masing memperoleh 1 ekor sapi dan uang tunai. (*)

Pewarta: Ni Luh Rhismawati

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017