Nusa Dua (Antara Bali) - Gerakan Non Blok (GNB) sebagai kelompok terbesar dalam Sidang Umum PBB akan memiliki peran penting dalam membentuk kerangka pemerintahan global pada abad ke-21, kata Presiden Sidang Majelis Umum PBB di Nusa Dua, Rabu.

"Saya meminta GNB untuk membuat langkah yang konstruktif dan tegas untuk memperkuat dan mereformasi badan-badan utama dalam PBB," ujar Presiden Sidang Majelis Umum PBB Joseph Deis.

Menurut Deis, dunia membutuhkan sistem pemerintahan global yang merefleksikan kenyataan terbaru yang efektif dalam menghadapi tantangan global.

"Sistem yang dapat menggabungkan kepemimpinan, legitimasi, dan keahlian," tambah Deis.

Kekuatan GNB saat ini tidak hanya terlihat dari jumlah angggotanya yang mewakili dua per tiga keanggotaan di PBB, namun yang terpenting adalah pengakuan yang berkembang pada negara anggota GNB sebagai pemain penting dalam kancah dunia.

Dengan asumsi peran yang lebih menonjol ini GNB juga telah memiliki tugas dan tanggung jawab baru.

GNB juga diharapkan dapat menjadi mitra yang terpercaya dan diandalkan dalam komunitas internasional serta secara signifikan berkontribusi dalam perkembangan dalam mendorong isu-isu politik yang berkembang dewasa ini, seperti reformasi Dewan Keamanan PBB dan Proses Perdamaian di Timur Tengah.

Deis juga menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi oleh GNB dan komunitas internasional  sekarang berada dalam lingkup yang lebih besar, lebih saling terkoneksi dan saling tergantung.

Isu ekonomi, lingkungan hidup, sosial dan keamanan global mempengaruhi seluruh negara dan warga negaranya, walaupun masalah tersebut terjadi di negara-negara yang terpisah.

Pasca Perang Dunia, dalam era tekanan yang besar antara dua kekuatan dominan, GNB menjadi sebuah kekuatan penting dalam multilateralisme.

Dengan lebih dari 60 persen negara anggotanya yang tergabung dalam keanggotaan PBB, GNB juga membantu memperkuat peran Sidang Majelis Umum PBB.(*)

Pewarta:

Editor : Nyoman Budhiana


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011