Denpasar (Antara Bali) - Jurusan Fashion Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar bekerja sama dengan Bentara Budaya Bali, lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar, menggelar pameran ragam seni visual yang lintas bidang.

"Pameran berlangsung selama satu minggu, 20-26 Juli, merupakan sebuah upaya menautkan seni kontemporer dan seni lukis sulam yang telah turun temurun dilakukan oleh pesulam Negara, Kabupaten Jembrana," kata Dosen Jurusan Desain Fashion ISI Denpasar, Tjok Ratna Cora, di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan pameran tersebut mengusung tema "Art Fashion Exhibition: Threads on Threads", melibatkan perupa Wayan Sujana "Suklu" dan Tjok Istri Ratna Cora, selaku penggagas.

Kegiatan tersebut menggabungkan antara "fine art" dan "fashion design" sebagai konsep dasar pameran. Keduanya menonjolkan pameran sebagai ruang pertemuan para kreator antarkomunitas. Seni desain busana, seni lukis, seni sulam, seni video, serta ragam seni visual beserta performa seni yang mencerminkan praktik seni yang lintas batas.

Pameran tersebut dengan kurator Tjok Istri Ratna Cora menampilkan karya-karya dengan multimedium, seperti kain, benang, besi, dan "artfilm" serta dikemas dalam seni rupa pertunjukan.

Menurut Tjok Istri Ratna Cora, pameran kali ini berupaya menampilkan bentuk kesenian yang ekspresif dan harmonis, sepenuhnya terinspirasi dari seni lukis sulam Negara Kabupaten Jembrana.

Beberapa teknik jahit dan konstruksi tekstil diimplementasikan dalam karya seni desain busana, berupa lembaran kain sepanjang 10 meter.

Salah satu teknik jahit yang digunakan merupakan adaptasi dan eksplorasi teknik seni lukis sulam Jembrana.

Tjok Istri Ratna Cora menambahkan pameran kali ini kembali menghadirkan ragam seni langka dari Negara, Kabupaten Jembrana yang kini hampir punah.

Seni lukis sulam Jembrana yang telah ada sejak ribuan tahun silam dicoba re-interpretasi melalui garapan karya kontemporer.

"Layaknya memindahkan tongkat estafet dari era I Gusti Aji Kereped, tokoh pelopor seni sulam Jembrana, menuju era baru," ujarnya.

Wayan Sujana "Suklu" menyebutkan, tema "Threads on Threads" dimaksudkan untuk menyampaikan pesan yang tersirat di setiap karya komunitas tentang keberagamaan Indonesia sekaligus kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

"Komunitas, seniman dan `desainer fashion` berkolaborasi menginterpretasi `ruang bias` antara `fine art` dan `desain fashion`. Ruang bias ini bermuara pada karya seni, menjadi pemantik untuk melahirkan karya yang bisa disebut sebagai `Art to Wear`," ungkap Suklu. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017