Denpasar (Antara Bali) - Memasuki musim liburan sekolah ini, Bali Safari & Marine Park (BSMP) mengembangkan cara baru pendidikan konservasi yang menyenangkan dan menghibur kepada para pengunjung, terutama kalangan pelajar.

"Pendidikan mengenai satwa liar kami presentasikan di taman dengan berbagai cara yang menyenangkan dan menghibur. Harapan kami, para pengunjung akan melibatkan diri dalam gerakan pelestarian lingkungan dan mendukung konservasi," kata Wendy Husband, Manager Edukasi & Konservasi BSMP, Rabu.

Dalam penjelasan yang disampaikan kepada ANTARA di Denpasar, disebutkan bahwa lingkungan belajar yang ideal adalah gabungan antara hal yang menyenangkan dan mendidik.

Fokus pengembangan cara-cara baru yang menarik itu dimaksudkan untuk mendidik pengunjung, wisatawan dan pelajar, dengan tujuan menghibur sekaligus melibatkan dan memberdayakan mereka terkait pentingnya konservasi satwa liar dan menjaga lingkungan sekitar.

Menurut Wendy, pihaknya turut berperan dalam menyadarkan masyarakat untuk turut melestarikan lingkungan Pulau Dewata. Tim edukasi menciptakan kampanye 2011 dengan "Green Safari" guna mempromosikan pentingnya lingkungan yang merupakan rumah bagi semua kehidupan.

Kampanye itu dilaksanakan setelah Bali Safari & Marine Park berhasil mengembangbiakkan sejumlah satwa langka, termasuk jalak bali, yang belakangan juga disebut Bali Mynah.

BSMP yang merupakan bagian dari Taman Safari Indonesia itu berhasil mengembangbiakkan 50 jalak bali yang kemudian dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Wendy menyebutkan, kampanye "Green Safari" bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungan masing-masing. "Kami berharap semua orang, apalagi yang sudah berkunjung ke tempat kami, bisa menjadi 'cleaner and greener everyday'," ucapnya.

Kampanye itu diluncurkan seiring dengan dirayakannya Hari Bumi yang ke–41 beberapa waktu lalu, dengan harapan semakin banyak jumlah kelompok yang berperan aktif terhadap kesadaran lingkungan.

Melihat perkembangan di luar, katanya, kelompok baru yang dijuluki "Bali Safari Green Team" juga akan mencari berbagai cara untuk dipraktekan sehari-hari.

Kawasan BSMP yang menghasilkan kotoran hewan dalam jumlah banyak, juga sudah menerapkan proses komposisasi yang produknya juga digunakan untuk memupuk semua tanaman di areal seluas sekitar 40 hektare di kawasan Jalan By Pass Ida Bagus Mantra Km.20 Gianyar itu.

Pupuk yang dihasilkan bukan saja dalam bentuk padat, tetapi juga cair, yang penggunaannya disemprotkan ke daun atau ke aneka tanaman pelindung dan areal taman.

Wendy menjelaskan, areal yang dimilikinya terdapat sekitar 10.000 tanaman aneka jenis, yang pengomposannya memerlukan lebih dari 1.200 ton kotoran hewan.

Ditambahkan bahwa kompos organik merupakan yang terbaik untuk menjaga tanah dan menyuburkan aneka tanaman. Banyak negara kini kembali menggunakan metode pertanian tradisional yang dinilai lebih sehat.

Bali Safari juga melaksanakan berbagai kegiatan sehari-hari dengan prinsip "Reduce, Reuse and Recycle". "Fokus awal kami mengurangi penggunaan energi dan meminimalkan pemakaian kertas. Semuanya mengarah ke sistem online melalui internet," ujarnya.

Melalui perbaikan sistem dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari tersebut, diharapkan secara bertahap dapat benar-benar mewujudkan hal terbaik untuk lingkungan masa depan.

"Untuk bisa menjaga kelestarian atau 'menjadi hijau', kita semua perlu terlibat dalam 'act green'. Perlu tindakan untuk mewujudkan itu semua," komentar Marsenia Haris, salah seorang anggota Green Team.

Bertepatan Hari Bumi itu, pengunjung taman safari itu juga diberikan suvenir khas "Green Safari", selain terus diumumkan kepada pengunjung untuk turut bertanggungjawab dan peduli terhadap lingkungan.

Untuk mengetahui lebih lanjut gerakan Green Safari Journey di Bali Safari & Marine Park terkait Hari Bumi, dapat mengunjungi http://act.earthday.org/event/green-safari.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2011