Denpasar (Antara Bali) - Panitia pelaksana Denpasar Film Festival (DFF) 2017 VIII menggelar lomba film dokumenter menyediakan hadiah total sebesar Rp75 juta untuk dua kategori utama umum dan pelajar.

"Keduanya mencakup peserta di seluruh Indonesia yang dapat mengirimkan karya dokumenter dengan tema bebas, kategori umum durasi antara 20 menit hingga 40 menit dan kategori pelajar durasi lima hingga sepuluh menit," kata Panitia Festival DFF 2017, Dodek Febriyantow Sukahet di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan, perlombaan tersebut akan memilih tiga juara kategoti pelajar, secara mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 5,5 juta untuk juara I, Rp 4 juta juaa II, dan Rp 3,5 juta untuk juara III.

"Kategori yang diperuntukkan khusus bagi pelajar di SMP-SMA di Kota Denpasar, yakni Video Promosi Denpasar sebagai Kota Pusaka," ujar Febriyantow.

Sementara, pihaknya akan memilih satu film terbaik dari lima film unggulan kategori umum dinobatkan berhak menggondol trofi DFF dan uang tunai sebesar Rp 20 juta.

Empat unggulan yang tersisih tetap mendapat hadiah uang tunai masing-masing sebesar Rp 3,5 juta.

Febriyantow menambahkan, lomba resensi film dokumenter memberikan wadah kepada para jurnalis, pecinta film, blogger, dan masyarakat umum di Bali.

Karya meresensi film dokumenter yang disiapkan panitia dan telah dimuat di media umum atau media online yang telah beroperasi secara ajeg selama tiga tahun.

Sementara Kasi Dokumentasi Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Made Sudiana S.Sos memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara DFF 2017.

Oleh karena mampu menunjukkan eksistensinya mendorng maysarakat, khususnya generasi muda untuk membuat film dokumenter yang ditampilkan pada DFF yang berjalan selama delapan tahun terakhir.

Untuk itu, pihaknya akan terus meningkatkan anggaran agar mampu mendorong sepenuhnya kegiatan tersebut.

Hal itu sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas para penggiat dunia perfilman yang ada di Indonesia, khususnya di Bali.

Selaku lembaga pengemban amanat memberdayakan dan membangun partisipasi masyarakat di bidang seni-budaya, sekaligus memfasilitasi semua kreativitas tersebut.

"Semakin banyak prakarsa dari masyarakat seni atau pegiat kegiatan kreatif, semakin ringan tugas kami dalam menjalankan amanat yang diletakkan di pundak kami," ujarnya. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Wayan Artaya

Editor : I Gusti Bagus Widyantara


COPYRIGHT © ANTARA News Bali 2017