Denpasar (Antara Bali) - Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Devisi Regional Bali Sutisna menegaskan bahwa stok pangan untuk Pulau Dewata saat ini aman hingga empat bulan ke depan.

Saat bertatap dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Senin, ia mengemukakan, stok itu sebagian besar merupakan beras impor sehingga tidak mungkin digunakan untuk keperluan operasi pasar.
    
"Operasi pasar belum saatnya dilakukan di Bali karena bisa mengganggu harga jual gabah petani yang sedang dan menjelang panen besar," katanya.
    
Sutisna adalah pejabat Bulog yang baru di Bali menggantikan Tuti Sutiati. Pada tatap muka tersebut, Pastika didampingi staf ahli bidang keuangan Ida Bagus Parwatha, Kadis Sosial I Ketut Susrama, Kepala Bakesbangpol Linmas Silanawa dan Karo Humas dan Protokol I Putu Suardhika.
    
Mengantisipasi kemungkinan naiknya harga beras, Sutisna mengemukakan, pihaknya akan melakukan penyaluran beras miskin ke desa-desa. Ia yakin dengan raskin saja, kemungkinan kenaikan harga beras secara ekstrim bisa ditangani.
    
Gubernur Made Mangku Pastika menyampaikan bahwa selama ini tidak ada masalah berarti dalam hal stok pangan di Bali. Namun, ke depan gubernur tetap
 mengingatkan perlunya Bulog mewaspadai dampak negatif cuaca ekstrem yang dalam beberapa bulan terakhir.
    
"Selain itu juga ada bencana alam, seperti banjir
 bandang, gelombang laut pasang dan tanah longsor di sejumlah tempat serta adanya serangan hama yang potensial menurunkan stok pangan Bali," katanya.
    
Diingatkan pula oleh gubernur bahwa berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, ada 400 ribu penduduk tambahan di Bali yang sudah tentu memerlukan pasokan pangan tidak sedikit.
    
"Belum lagi jumlah KK miskin yang saat ini masih sekitar 4,86 persen dari jumlah penduduk Bali yang mencapai 3,98 juta," katanya seraya mengajak Bulog ikut memikirkan masalah tersebut. (*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026