Kepala Sekolah SDN 2 Kalisada, Nyoman Sidi Mangku di Sririt, Senin mengatakan, akibat banjir tersebut seluruh buku serta arsip yang ada di sekolah terendam.
"Bukan hanya itu, tembok sekolah sepanjang 15 meter juga roboh akibat pondasinya terkikis air yang diperkirkan menggenang dengan ketinggian lebih dari satu meter," katanya.
Menurutnya, sekolah tersebut memang rawan banjir karena letaknya yang berada di dataran rendah dan posisinya lebih rendah dari jalan utama.
Dikatakan, kejadian runtuhnya tembok sekolah dan terendamnya arsip serta buku di perpustakaan baru diketahui ketika para siswa mulai masuk setelah sebelumnya libur hari raya Nyepi tahun baru Saka 1933.
Karena kondisi seperti itu, katanya, maka aktivitas belajar mengajar terpaksa tidak bisa dilakukan. Siswa dan guru hanya bekerja membersihkan ruangan sekolah yang tidak roboh.
"Kami libatkan para siswa untuk membersihkan termasuk menjemur buku-buku yang masih bisa di selamatkan untuk digunakan kembali," kata Sidi.
Sidi berharap kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan setelah proses pembersihan di masing-masing ruang kelas tuntas dilakukan.
Terkait arsip yang basah terendam banjir, ia mengaku masih belum bisa mengidentifikasi lembar-lembar kertas yang basah tersebut.
"Karena kalau dibuka saat masih basah, kami khawatir akan semakin rusak dan tidak terbaca. Mungkin nanti setelah kering baru bisa dilihat arsip apa saja yang basah," ujar Sidi.
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.