Nusa Penida  (Antara Bali) - Tim Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali bekerja sama dengan polsek, polisi air dan Coral Triangle Center berhasil meringkus anak buah kapal (ABK) yang melakukan penangkapan ikan menggunakan kompresor.

"Begitu mendapat laporan dari masyarakat tim terpadu itu bergerak cepat dan berhasil meringkus tujuh ABK termasuk kapten kapal, pada Sabtu malam (5/11)," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Kawasan Konservasi Perairan (UPT KKP) Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, I Komang Karyawan di Nusa Penida, Minggu.

Ia mengatakan, ABK kapal menggunakan kompresor itu tertangkap basah saat melakukan aktivitas di perairan Manta Point. Dari dokumen kapal tersebut bernama Putri Andini dari Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali dengan Kapten bernama Bijeen berserta enam ABK.

Keenam ABK tersebut kini ditangani oleh Polsek Nusa Penida. Kapal Putri Andini diarahkan menuju Pelabuhan Toyapakeh, Nusa Penida. Namun di tengah pelayaran kembali menemui kapal lainnya yang juga membawa kompresor di Pantai Pasih Uug sekitar pukul 19.30 waktu setempat.

Kapal tersebut digeledah ditemukan barang bukti berupa selang kompresor. Sementara kapten diangkut ke boat patroli. Kapal tersebut berasal dari Kelurahan Serangan, Kota Denpasar.

I Komang Karyawan sangat menghargai laporan masyarakat mengenai adanya kapal yang melakukan penangkapan ikan dengan alat berbahaya di kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida.

Kedua kapal tersebut kini sedang diproses lebih lanjut oleh Polsek Nusa Penida. Perairan Nusa Penida menjadi magnet para nelayan luar pulau mengeruk keanekaragaman hayati laut tanpa mengindahkan prosudur alat yang digunakan serta tidak menaati aturan titik-titik zona koservasi, ujar I Komang Karyawan.

Kepulauan Nusa Penida terdiri atas satu kecamatan memiliki luas 363 km2 atau dua pertiga dari wilayah Kabupaten Klungkung. Hanya satu sepertiga wilayah Kabupaten Klungkung yang menjadi satu dengan daratan Bali.

Pulau Nusa Penida dan dua nusa lainnya dikeliling oleh lautan yang memiliki panorama alam bawah laut dengan terumbu karang yang lestari tempat bersarangnya ratusan jenis ikan hias yang berwarna-warni.

Pemandangan alam bawah laut sangat dinikmati wisatawan mancanegara yang selama ini untuk menjangkau lokasi itu menggunakan kapal wisata dari pelabuhan Benoa, berangkat pagi hari dan kembali sore harinya. (WDY)

Pewarta: Pewarta : Dewa Sentana dan Gembong Ismadi
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026