Denpasar (Antara Bali) - Bali mengantongi devisa dari pengapalan berbagai jenis matadagangan ke pasaran ekspor sebesar 40,51 juta dolar AS selama bulan September 2016, meningkat 1,18 persen dibanding bulan sama tahun sebelumnya 40,03 juta dolar AS.

"Jika perolehan devisa itu dibandingkan dengan bulan sebelumnya menurun tipis 0,38 persen, karena pada bulan Agustus 2016 meraup 40,66 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Rabu.

Ia mengatakan, lima komoditas utama andalan Bali yang menembus pasaran luar negeri itu terdiri atas produk ikan dan udang sebesar 19,69 persen, menyusul produk perhiasan (permata) 17,56 persen serta produk pakaian jadi bukan rajutan 10,63 persen.

Selain itu juga produk prabot, penerangan rumah tangga 10,63 persen serta produk kayu, barang dari kayu 9,01 persen.

Adi Nugroho menambahkan, pasaran Amerika Serika menyerap paling banyak matadagangan dari Bali yang mencapai 26,22 persen, menyusul Australia 11,43 persen, Singapura 7,08 persen, Jepang 8,70 persen dan Hongkong 4,36 persen.

Menurunnya nilai ekspor Bali dibandingkan bulan sebelumnya (Agustus 2016) dominan pengaruh dari berkurangnya nilai ekspor tujuan Jepang yang mencapai 1,150 juta dolar AS atau merosot 29,77 persen.

Sedangkan ekspor ke negara lain seperti Hongkong meningkat 281.824 dolar AS, Malaysia 275.429 dolar AS dan Spanyol 268.913 dolar AS.

Adi Nugroho menambahkan, dilihat dari jenis komoditas penurunan secara "month to month" dominan dipengaruhi oleh berkurangnya nilai ekspor pada ikan dan udang sebesar 2,04 juta dolar AS, kain perca 690.026 dolar, kayu dan barang dari kayu 490.239 dolar AS.

Sedangkan barang-barang rajutan juga menurun 357.969 dolar AS dan peangkat optik 123.157 dolar, ujar Adi Nugroho. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026