Denpasar (Antara Bali) - Meski disebut bonek alias "bondo nekat", sebagian dari ribuan di antara mereka menyempatkan diri berbelanja dengan menyerbu Pasar Seni Sukawati, sebelum menyaksikan laga Persebaya  1927 yang dijamu Bali Devata di Stadion Dipta, Gianyar, Minggu sore.

Dari pemantauan ANTARA sejak siang, dari ribuan bonek yang datang ke Bali secara kelompok maupun rombongan menggunakan puluhan bus, cukup banyak yang terlihat berkeliaran dan berbelanja di pasar seni tersebut.

Mereka di antaranya terlihat membeli kaos, celana pendek dan berbagai oleh-oleh yang dijual di pasar yang tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan tersebut.

Padahal dalam pemeriksaan aparat kepolisian sebelumnya di Terminal Ubung, banyak bonek yang hanya berbekal uang antara Rp10 ribu - Rp20 ribu.

Kemudian aparat di Pelabuhan Gilimanuk memulangkan ratusan bonek ke Surabaya, yakni yang bekalnya kurang dari Rp100 ribu.
 
Bonek yang berkeliaran di Pasar Seni Sukawati tidak menampakkan perilaku beringas, umumnya terlihat menikmati keberadaan mereka di Pulau Dewata.

Suasana di pasar seni terbesar di Bali itu pun tampak seperti aman dan para pengunjung lain tidak terlalu terusik oleh keberadaan para bonek.

Selain itu, para pedagang tampak tetap berjualan seperti biasa dan tidak terlihat khawatir dengan kehadiran bonek yang terkenal "ganas".

Meski suasana di sekitar pasar tetap aman, namun aparat kepolisian yang berada di kawasan itu terus mengawasi gerak-gerik para pendukung tim Persebaya 1927 itu.

Sementara Kapolres Gianyar AKBP Heny Harsono mengatakan, situasi di wilayah hukumnya menjelang laga Liga Primer Indonesia antara Bali Devata dengan Persebaya 1927 tetap aman dan terkendali.

"Para pendukung Persebaya yang disebut bonek, sudah terkosentrasi di sekitar Stadion Dipta, walaupun sebagian masih ada yang bertebaran seperti di Pasar Seni Sukawati," katanya.

Untuk mengamankan situasi, pihaknya mengerahkan sampai 900 persenel yang disebar ke berbagai lokasi strategis.

Namun yang terbanyak ditempatkan di sekitar Stadion Dipta, yakni 700 personel. Sedangkan sisanya ditempatkan di berbagai tempat yang terdapat aset pemerintah, termasuk pasar dan siaga di jalan-jalan utama.

Selain itu, pihaknya dibantu oleh satu kompi pasukan Brimob Polda Bali untuk mengamankan situasi di sekitar stadion.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026