Denpasar (Antara Bali) - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengingatkan para mahasiswa untuk selalu siap bersaing di tengah pemberlakuan era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan ketatnya persaingan di era global.

"Belajarlah sebaik-baiknya, tingkatkan kemampuan dan keahlian biar bisa bersaing di era MEA ini, serta mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan berwirausaha," kata Sudikerta saat memberikan kuliah umum untuk memotivasi mahasiswa Sekolah Perhotelan Internasional Bali, di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, selain menjadi pencari kerja, generasi muda juga harus mulai berpikir menciptakan lapangan pekerjaan, untuk membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran.

"Mahasiswa di zaman globalisasi saat ini kehidupannya tidak harus rumah-kampus-rumah, melainkan harus aktif menciptakan sesuatu yang baru untuk menjadi mahasiswa yang mandiri, terlebih jika bisa menciptakan lapangan pekerjaan," ujarnya.

Sudikerta juga menekankan kepada mahasiswa agar meningkatkan kemampuan dalam berkomunnikasi dengan menggunakan bahasa asing khususnya bahasa Inggris. "Di samping keahlian dan pendidikan, bahasa juga akan menjadi nilai plus dalam persaingan," ucapnya.

Dengan kemampuan yang maksimal dan strategi yang jitu, Sudikerta optimistis generasi muda mampu bersaing dengan negara Asia Tenggara lainnya sehingga tidak sekadar menjadi penonton di negeri sendiri.

Dalam kesempatan itu, Sudikerta juga membagikan kisah hidupnya. Dia sendiri berasal dari keluarga sederhana dan seorang anak petani yang terpaksa ikut bekerja serabutan guna memenuhi kebutuhan sekolah.

"Saya dulu lahir di Desa Pecatu, sebuah desa yang tandus di daerah Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung. Saya berasal dari keluarga sederhana dan bahkan kehidupan keluarga saya waktu itu sangat morat-marit," kenangnya.

Walaupun dengan kondisi tersebut, Sudikerta tetap berusaha untuk menamatkan pendidikannya walaupun harus kehilangan ibunya sebelum ia sempat menamatkan sekolah dasar.

Hal itu tidak mematahkan semangatnya untuk berusaha merubah taraf hidupnya. Segala usaha dia lakoni, ia rela menjadi pedagang acung, kernet angkot, cleaning service dan menjadi pramuwisata guna memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolahnya.

Akhirnya dia mampu menamatkan kuliah di Jurusan Sastra Inggris Universitas Warmadewa dan sampai saat ini ia menjadi seorang Wakil Gubernur Bali berkat usaha dan kerja kerasnya.

Menurut dia, kesusahan tersebut tidak serta merta menjadi akhir dari segalanya, namun harus jadi penyemangat dalam berusaha guna mengubah kesusahan menjadi kehidupan yang lebih baik. "Jangan hanya berdiam diri, kembangkan diri kalian, apalagi kondisi sekarang sudah lebih baik daripada zaman saya dulu," kata Sudikerta. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026