"ABT kini menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah yang cukup potensial, disamping pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang keseluruhannya mencapai Rp917,5 miliar," kata Kabag Publikasi dan Dokumentasi, Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, retibusi ABT tersebut separuhnya diharapkan diperoleh dari konsumen di Kota Denpasar yakni Rp460,01 juta, kemudian Kabupaten Tabanan Rp155,1 juta dan Kabupaten Gianyar Rp88,6 juta.
Sedangkan Kabupaten Buleleng diharapkan mampu memberikan kontribusi sebesar Rp75,1 juta, Jembrana Rp40,03 juta, Bangli Rp58,3 juta, Klungkung Rp1,3 juta dan Kabupaten Karangasem Rp39,6 juta.
Ketut Teneng menjelaskan, penerimaan retribusi ABT selama tiga minggu pertama bulan Januari 2011 tercatat Rp102,31 juta, terbesar dari Karangasem Rp28,7 juta, disusul Jembrana Rp23,5 juta, Buleleng Rp12,2 juta, Tabanan Rp7,7 juta, Denpasar 12,7 juta dan Bangli Rp17,3 juta.
Sementara tiga kabupaten lainnya, yakni Badung yang ditartetkan Rp84,4 juta, Gianyar Rp88,6 juta dan Klungkung Rp1,3 juta, hingga kini penerimaannya masih nihil.
Kenaikan retribusi ABT diharapkan cukup siginifkan, karena didukung oleh aturan kenaikan tarif yang dilakukan secara bertahap hingga nantinya mencapai 1.000 persen sesuai peraturan gubernur (Pergub).
"Penerapan Pergub tersebut sudah berdasarkan kajian tim akademisi. Dengan kenaikan tarif ABT sampai 1.000 persen, diharapkan pengusaha hotel dan restoran serta pengusaha air mineral menerapkan program hemat air," ujar Ketut Teneng.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.