Mangupura (Antara Bali) - Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty minta dukungan Bupati Badung Anak Agung Gede Agung untuk menyukseskan rencana pembangunan Museum Perdamaian di Kuta, Bali.

Museum itu akan dibangun di dekat Ground Zero Kuta, yakni di pusat ledakan bom Bali I 2002 yang merenggut 202 korban jiwa, yang sebagian besar warga negara Australia, kata Dubes Greg Moriarty saat mengadakan kunjungan kehormatan ke Bupati AA Gde Agung di pusat pemerintahan di Mangupura, Sempidi, Jumat.

Dubes Greg Moriarty berharap kerja sama yang tetah terjalin baik antara Australia-Indonesia, termasuk Bali dan Kabupaten Badung, dapat lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Bupati Gde Agung menyambut baik rencana itu, terlebih setelah ada titik temu antara pemilik tanah bekas bangunan Sari Club yang koyak "disambar" bom, dengan pihak yayasan yang akan membangun monumen.

Untuk menjaga kebersihan Ground Zero, kata bupati, pihaknya telah melengkapi jawaban itu dengan pagar, termasuk dikerahkannya tenaga kebersihan.

Bali, menurut Dubes Greg Moriarty, memiliki posisi yang sangat penting dalam memperkuat hubungan kedua negara, Indonesia-Australia.

Oleh sebab itu, kata dia, Pemerintah Australia ikut ambil bagian dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Dewata.

Dalam menanggulangi masalah rabies di Bali, Pemerintah Australia telah memberikan bantuan vaksinasi hewan. Selain itu telah pula membantu lembaga-lembaga yang menangani masalah HIV/AIDS.

Demikian pula dalam bidang ekonomi, menurut Dubes Greg Moriarty, mulai tahun 2012 Pemerintah Australia akan membuat perjanjian ekonomi antara Indonesia-Australia guna meningkatkan ekonomi kedua negara.

Khusus di wilayah Kabupaten Badung, ada rencana membangun Museum Perdamaian di kawasan Ground Zero Kuta, pusat ledakan bom Bali I 2002 yang merenggut 202 korban jiwa, sebagian besar warga negara Australia.

Bupati AA Gede Agung menilai kunjungan Dubes Australia merupakan suatu kehormatan bagi pemkab dan masyarakat daerahnya.

Demikian pula hubungan Indonesia-Australia terjalin dengan baik, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata Bali, khususnya Kabupaten Badung, karena masyarakat Australia lebih banyak berlibur ke Bali dibandingkan ke negara lain.

Oleh sebab itu Australia memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kemajuan pariwisata di daerah ini, ucapnya.

Sebagian besar pendapan asli daerah (PAD) Kabupaten Badung bersumber dari pajak hotel dan restoran yang selama ini lebih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

APBD Badung 2011 ditargetkan sebesar Rp1,5 triliun, sebesar Rp1 miliar di antaranya dirancang bersumber dari pajak hotel dan restoran.

Selain untuk Badung, pajak hotel dan restoran itu juga disumbangkan kepada enam dari sembilan kabupaten/kota yang ada di Bali, ujarnya.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026