Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan pertumbuhan ekonomi daerahnya yang termasuk tinggi di atas rata-rata nasional sesungguhnya tidak menjamin Pulau Dewata bebas dari masalah kemiskinan.

"Pertumbuhan ekonomi Bali memang lebih tinggi dari nasional, tetapi itu kan hitungan makro," kata Pastika dalam rapat kerja dengan jajaran DPRD Provinsi Bali, di Denpasar, Senin.

Menurut data Badan Pusat Statistik, perekonomian Bali tumbuh sebesar 6,04 persen selama 2015, atau melampaui ekonomi nasional yang hanya tercatat 4,79 persen.

Pastika mengingatkan bahwa perhitungan pertumbuhan ekonomi lebih didasarkan pada data-data ekonomi makro seperti nilai investasi pemerintah dan swasta, data ekspor impor dan sebagainya.

"Investasi yang banyak apakah itu membawa langsung pengaruh terhadap rakyat miskin, saya kira belum tentu. Apakah otomatis pertumbuhan ekonomi yang tinggi bebas dari kemiskinan, belum tentu juga. Sehingga banyak hal terkait ekonomi mikro yang harus dipelajari lebih detail lagi untuk mengetahui hal yang sesungguhnya terjadi," ujarnya.

Bahkan dalam kunjungan kerjanya belum lama ini menuju Kabupaten Buleleng, dia juga mendapati masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Meskipun Bali menurut data statistik tingkat penganggurannya sangat rendah hanya 1,8 persen.

"Pengangguran 1,8 persen, tetapi apakah semua orang yang bekerja hasilnya bisa mencukupi," kata Pastika mempertanyakan.

Mantan Kapolda Bali itu juga mengutarakan sebenarnya ingin menemuni Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk mendapatkan data kemiskinan di Pulau Dewata yang dilengkapi dengan data dan alamat, berdasarkan hasil sensus tahun 2015.

Pihaknya menyayangkan hingga saat ini belum menerima data tersebut, padahal sangat penting untuk menyusun APBD Perubahan 2016 dan APBD 2017.

Di sisi lain, Pastika sangat mengharapkan berbagai infrastruktur di wilayah Bali utara, timur, dan barat yang dapat digunakan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dengan kawasan Bali selatan. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026