Denpasar (Antara Bali) - Harga bawang merah di pasar tradisional di Kota Denpasar, Bali menjelang bulan puasa menurun, di antara sejumlah komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga.

Made Sukma , seorang pedagang di Pasar Badung di Jalan Cokroaminoto Denpasar, Kamis mengatakan, harga bawang merah mengalami penurunan cukup drastis yakni Rp15.000/kg dari Rp40.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.

Pasokan bawang merah mulai membludak dalam beberapa hari terakhir yang memicu menurunnya harga. Pasokan banyak datang dari Jawa Timur dan perkebunan di Kintamani Kabupaten Bangli.

Menurut Made Sukma, penurunan harga bawang ini terjadi di tengah melonjaknya harga sejumlah komoditas lainnya menjelang bulan puasa , seperti cabai merah besar yang sebelumnya dijual Rp25.000 kini naik menjadi Rp35.000 hingga Rp40.000 perkilogram.

Sementara untuk kentang mengalami kenaikan rata-rata Rp1.000 Rp2.000 per kilogram hingga kini mencapai Rp14.000 perkilogramnya.

"Untuk wortel lokal kini dijual Rp25.000 perkilogram dari sebelumnya hanya Rp18.000 perkilogram. Semetara untuk wortel impor bisa mencapai Rp40.000 perkilogramnya," kata Tariani, pedagang lainnya di pasar tradisional yang tergolong baru pindahan dari Pasar Badung yang terkena musibah kebakaran.

Fluktuasi harga kerap terjadi mejelang bulan puasa. Sehubungan dengan hal tersebut pemerintah pusat telah mengupayakan berbagai cara untuk menstabilkan harga komoditas di pasar tradisional.

Hal itu dilakukan menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan yang menyebabkan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok merangkak naik seperti yang terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Denpasar.

Seperti di Pasar Badung Jalan Cokroaminoto, Denpasar, harga daging ayam juga merangkak naik mencapai 20 persen dan harga telur ayam juga naik hingga dua ribu per butir.

Pedagang telur ayam, Saniki mengatakan, menjelang puasa menyambut Bulan Suci Ramadhan harga daging ayam dan telur ayam merangkak naik mencapai 20 persen.

"Untuk harga daging ayam per kilogram sebelumnya Rp30 ribu, namun sekarang naik menjadi Rp 33 ribu rupiah," ujarnya.

Akibat dari melambungnya harga, dikeluhkan para pedagang ayam sejak dua minggu terakhir. Pedagang menduga kenaikan harga daging ayam disebabkan kurangnya stok ayam dari daerah Jawa dan Bali. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Pande Yudha
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026