"Stok beras di Bali aman, setara dengan ketahanan penyaluran hingga tujuh bulan ke depan," kata Kepala Bulog Bali Eko Kuncahyo di Denpasar, Selasa.
Menurut dia, stok beras tersebut dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat baik menjelang Lebaran maupun untuk memenuhi kebutuhan wisatawan di Bali hingga akhir tahun.
Jumlah itu belum termasuk beras yang diserap oleh Bulog dari petani di Pulau Dewata.
Eko lebih lanjut menambahkan bahwa jumlah tersebut juga dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk pasar murah dan operasi pasar.
Bulog, ucap dia, juga sudah menggelontorkan puluhan ton beras untuk pengadaan pasar murah di sejumlah titik di Bali menjelang Lebaran.
Harga jual di pasar murah untuk beras medium mencapai Rp8.600 per kilogram. Dari 17 ribu ton beras tersebut, sekitar 3.000 ton di antaranya merupakan beras jenis premium.
Tidak hanya dari kontribusi beras dalam negeri, 17 ribu ton beras tersebut juga berasal dari impor, salah satunya dari Thailand.
Sedangkan total kebutuhan beras di Bali mencapai rata-rata sekitar 2.600 ton per hari.
Diprediksi kenaikan konsumsi beras pada kisaran 10-15 persen dari total rata-rata kebutuhan beras per hari menjelang Lebaran dan libur panjang. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Dewa WigunaEditor : Dewa Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.