"Saat ini kondisi pasien sudah cukup stabil dan membaik, namun kami terus awasi perkembangannya," kata dr Adhi, dokter yang merawat pasien tersebut di Denpasar, Senin.
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pasien masuk pada Minggu (19/12) malam dengan kondisi cukup mengkhawatirkan karena cukup banyak meminum bahan bakar bensin.
Pasien itu segera diberikan pertolongan dengan menguras bensin yang diminumnya dan memberikan asupan makanan melalui infusan.
Meski secara fisik pasien tersebut sudah membaik, namun secara mental belum diketahui perkembangannya, apakah mengalami gangguan atau tidak.
"Sampai sekarang kami belum mengetahui pemicu tindakannya tersebut, karena pasien sulit sekali untuk diajak berkomunikasi," ujar dokter.
Karena itu pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak psikiater untuk bisa memulihkan kondisi mental pasien tersebut.
Sementara saat ditanyakan tentang kondisinya, pasien tersebut hanya terdiam tanpa ekspresi. Dia hanya melihat ke arah bawah dan sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Dia hanya mengatakan, kalau dirinya adalah anak jalanan yang memiliki teman yang berasal dari Indramayu.
Pasien tersebut hanya terduduk di tempat tidur ruang perawatannya, dia sama sekali tidak ingin berkomunikasi dengan orang lain.
Berdasarkan keterangan petugas rumah sakit, pasien itu mencoba bunuh diri dengan meminum bensin yang dibelinya di sekitar stasiun pengisian bahan bakar bensin umum (SPBU) Merthasari, Sanur, Denpasar pada Minggu malam.
Aksi pemuda itu tentu saja membuat warga yang ada di sekitar lokasi kejadian terbelalak, namun akhirnya perbuatannya itu berhasil digagalkan oleh warga yang langsung membawanya ke RSUP Sanglah untuk diberikan pertolongan.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.