Denpasar (Antara Bali) - Pekerja dengan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) masih mendominasi tenaga kerja di Bali yang mencapai 858.390 orang atau 36,81 persen dari penduduk yang bekerja sebanyak 2,32 juta orang hingga Februari 2016.

"Pekerja yang berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 369.220 orang (15,83 persen) dan berpendidikan SMA/SMK 694.988 orang (29,80 persen)," kata Kepala Bidang Neraca wilayah dan Analisis Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Didik Nursetyo Hadi di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, sedangkan pekerja yang telah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi tercatat 409.466 orang (17,56 persen). Ketenagakerjaan merupakan salah satu persoalan dalam menangani kependudukan di Provinsi Bali.

Bali sebagai daerah tujuan wisata tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, namun juga menarik bagi pencari kerja untuk mengadu peruntungannya di Pulau Dewata.

Industri pariwisata yang menjadi motor penggerak perekonomian Bali menyediakan peluang kerja yang menjanjikan, baik bagi penduduk Pulau Dewata maupun penduduk dari berbagai daerah di Indonesia.

Didik menambahkan, meningkatnya jumlah penduduk tidak terlepas dari kenyataan yang pada gilirannya membawa berbagai persoalan sosial ekonomi, salah satunya masalah ketenagakerjaan.

Hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) Februari 2016 menunjukkan keadaan ketenagakerjaan di Bali tergolong cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari tingginya jumlah penduduk yang bekerja serta rendahnya tingkat pengangguran.

Dari sebanyak 3,16 juta penduduk Bali usia kerja, 2,38 juta orang di antaranya tergolong sebagai angkatan kerja, atau tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mencapai 75,28 persen.

Sementara itu sebanyak 782.187 orang lainnya tergolong sebagai bukan angkatan kerja, yakni mereka yang hanya memiliki kegiatan bersekolah dan mengurus rumah tangga serta kegiatan lainnya.

Angkatan kerja terbagi dalam kelompok penduduk yang bekerja dan pengangguran. pada Februari 2016 jumlah penduduk yang bekerja mencapai 2,22 juta orang atau 97,88 persen dari jumlah angkatan kerja dan hanya 2,12 persen penduduk angkatan kerja lainnya yang tidak terserap dalam angkatan kerja, ujar Didik. (WDY)

Pewarta: Pewarta: I Ketut Sutika
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026