Denpasar (Antara Bali) - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong jajaran perwira TNI Angkatan Laut agar memperkuat sistem pengamanan wilayah maritim sehingga mampu merancang sistem keamanan yang lebih optimal dan terintegrasi.

"Pertahanan laut harus diperkuat agar mampu menegakkan supremasi hukum di wilayah perairan Indonesia," kata Pastika saat menerima dan memberi pembekalan bagi Perwira Siswa Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (SESKOAL) Angkatan ke-54, di Denpasar, Senin.

Menurut dia, pemerintah saat ini memberikan perhatian serius pada penguatan sistem keamanan wilayah perairan Indonesia sehingga momentum ini hendaknya dimanfaatkan TNI AL untuk memperkuat strategi pertahanan laut, salah satunya melalui peningkatan kualitas jajarannya.

Mantan Kapolda Bali itu juga mengutarakan keprihatinan atas masih lemahnya penegakan hukum di wilayah maritim Indonesia yang mengakibatkan maraknya pencurian ikan dan sumber daya laut lainnya.

Pastika memperkirakan, Indonesia kehilangan ribuan triliun rupiah setiap tahun akibat tindak pencurian tersebut. Mengingat begitu kompleksnya persoalan di kawasan maritim, dia menaruh harapan besar terhadap jajaran perwira AL yang saat ini tengah mengikuti pendidikan Seskoal.

"Pertahanan laut harus diperkuat agar mampu menegakkan supremasi hukum di wilayah perairan Indonesia," tandasnya seraya berharap pemerintah memberi perhatian pada peningkatan sarana dan prasarana di bidang pertahanan laut, karena menurutnya tak mungkin berjuang tanpa dukungan logistik memadai.

Dalam pembekalannya, Pastika memaparkan potensi Bali dan sejumlah program pembangunan yang saat ini tengah dilaksanakan. Dia mengemukakan Bali merupakan sebuah daerah yang luasnya hanya 0,29 persen dari total luas wilayah Indonesia.

Bali tidak mempunyai sumber daya alam berupa hasil tambang sebagaimana sejumlah daerah lainnya di Indonesia, perekonomian Bali bertumpu pada sektor pariwisata yang didukung keragaman seni dan budaya, alam yang menawan serta SDM potensial.

Meskipun sektor pariwisata berkembang sangat pesat, namun hingga saat ini Bali belum bebas dari keberadaan penduduk miskin. Walaupun jumlahnya terbilang kecil yaitu hanya 5,25 persen, namun kemiskinan tetap menjadi isu utama dalam pembangunan bidang ekonomi.

"Karena jika tak ditangani serius, kemiskinan dapat mempengarungi sektor yang lain seperti menurunnya kualitas SDM dan meningkatnya kriminalitas," ucap Pastika.

Untuk mempercepat penuntasan angka kemiskinan, pihaknya saat ini tengah melaksanakan program Bali Mandara yang terdiri dari berbagai unggulan seperti JKBM, bedah rumah, Simantri dan Gerbangsadu.

Bidang pendidikan juga mendapat perhatian serius dengan pemberian beasiswa bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan, Pemprov juga punya sekolah khusus yang menampung siswa miskin berpretasi. "Kami punya SMAN dan SMKN Bali Mandara. Khusus untuk siswa yang miskin," ucapnya.

Keberadaan sekolah berstandar internasional itu cukup menyita perhatian karena banyak lulusannya berhasil menembus perguruan tinggi ternama di Indonesia hingga manca negara. Bahkan, Wapres Jusuf Kalla yang baru-baru ini berkesempatan bertandang ke sekolah tersebut mengutarakan apresiasi atas ide pengembangan SMAN dan SMKN Bali Mandara. "Kalau ada waktu, saya harap para siswa diajak berkunjung ke sana," undang Pastika.

Sejalan dengan pelaksanaan program yang berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan, sektor keamanan juga mendapat perhatian serius mengingat Bali merupakan salah satu tujuan wisata utama. Bali telah mengembangkan sistem keamanan berstandar internasional yang melibatkan seluruh komponen.

"Dengan dukungan semua pihak, termasuk jajaran TNI AL, saat ini kondusivitas Pulau Dewata tetap terjaga dengan baik. Upaya untuk menjaga keamanan Bali tak pernah surut dilakukan mengingat besarnya potensi ganguan keamanan," ucap Pastika.

Sementara itu, Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Herry Setia Negara menyampaikan terima kasih atas paparan Gubernur Pastika. Dia menjelaskan, Pendidikan Reguler Seskoal Angkatan ke-54 diikuti 150 perwira.

Selain peserta dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara, pendidikan juga diikuti tujuh orang perwira dari mancanegara antara lain Amerika, Australia, Pakistan, India, Singai, Malaysia dan Jepang.

Pada tahap kuliah kerja, para peserta dibagi ke dalam enam provinsi, salah satunya Bali. Selama sembilan hari berada di Bali, para perwira siswa diharapkan mampu menggali data sebanyak-banyaknya mengenai potensi wilayah, khususnya yang berkaitan dengan sektor kemaritiman. Data tersebut nantinya akan menjadi pedoman bagi para siswa dalam merancang postur dan kekuatan strategis TNI AL. (WDY)

Pewarta: Pewarta: Ni Luh Rhismawati
: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026